Kemkomdigi siap bantu infrastruktur jaringan internet Kabupaten PPU - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) siap membantu pembangunan dan peningkatan infrastruktur jaringan internet di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Pemerintah kabupaten mengusulkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jaringan internet kepada Kemkomdigi. Pihak Kemkomdigi menyambut baik usulan itu dan siap membantu," kata Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor di Penajam, Minggu.
Ia mengatakan, Kemkomdigi terlebih dahulu akan melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan jenis infrastruktur jaringan internet yang diperlukan, apakah pembangunan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station/BTS) atau mengoptimalkan BTS yang ada.
Bupati menyatakan, pemerataan dan penguatan jaringan internet di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara sangat dibutuhkan untuk memperlancar komunikasi, aktivitas ekonomi berbasis digital, pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, dan menunjang perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut dia, pemetaan dilakukan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara terdata masih ada sembilan wilayah tidak terjangkau akses internet (blank spot).
Hingga kini tercatat Desa Sidorejo, Giripurwa dan Desa Bukit Subur di wilayah Kecamatan Penajam, serta Desa Rintik, Labangka Barat dan Desa Sumber Sari di wilayah Kecamatan Babulu belum terjangkau akses internet.
Kemudian di wilayah Kecamatan Sepaku masuk kawasan IKN, kata dia, di antaranya Desa Karang Jinawi dan Telemow, serta Kelurahan Mentawir juga tidak terjangkau akses internet.
Diharapkan tidak ada lagi wilayah blank spot (tidak terjangkau akses Internet), sehingga akses Internet untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, demikian Mudyat Noor.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.