Kemkomdigi ajak publik lihat pernyataan Presiden secara utuh
Kemkomdigi ajak publik lihat pernyataan Presiden secara utuh
Senin, 27 Juli 2026 20:05 WIB
Arsip Foto - Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya. (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak publik melihat secara utuh pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme dan menghindari perdebatan istilah yang dapat mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.
Menurut keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta pada Senin, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengajak publik melihat konteks utuh dari pernyataan Presiden yang berkenaan dengan sebutan "londo ireng."
Menurut dia, pernyataan yang disampaikan merupakan kiasan politik dan tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi, media massa, maupun kelompok tertentu.
"Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju," kata Fifi.
"Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis," ia menambahkan.
Fifi mengatakan bahwa Presiden menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
"Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan," ia menjelaskan.
"Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik," katanya.
Fifi menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, dan peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari demokrasi.
Namun, pemerintah juga mengajak semua pihak untuk menjaga ruang publik agar tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian yang sedang dilakukan.
Fifi mengatakan bahwa pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik.
"Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan," katanya.
Pewarta : Pamela Sakina
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026