Karnaval HAN 2026 bentuk anak Malinau berkarakter dan cinta budaya

Karnaval HAN 2026 bentuk anak Malinau berkarakter dan cinta budaya

Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malinau menggelar Karnaval Budaya Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 ANTARA News kaltara 5 ...

Karnaval HAN 2026 bentuk anak Malinau berkarakter dan cinta budaya

Jumat, 24 Juli 2026 17:49 WIB

Image Print

Hampir seribu anak mengikuti Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

Malinau (ANTARA) - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malinau menggelar Karnaval Budaya Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 untuk membentuk anak berkarakter dan cinta budaya.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian IGTKI dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter anak didik sejak usia dini, sekaligus merayakan hak anak untuk tumbuh, berkembang, dan berkreasi dengan gembira,” ujar Ellis Santika, Ketua Panitia Karnaval Budaya HAN ke-42 IGTKI-PGRI Kabupaten Malinau, Jumat.

Ellis mengatakan, karnaval tersebut dilaksanakan dengan titik start di halaman Kantor Camat Malinau Kota menuju halaman Terminal Malinau Kota dan diikuti hampir seribu peserta anak-anak dari seluruh lembaga taman kanak-kanak (TK) yang tergabung dalam IGTKI-PGRI Kabupaten Malinau di empat kecamatan, yakni Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, dan Mentarang.

“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti oleh sekitar kurang lebih 950 peserta dari empat kecamatan yang merupakan seluruh lembaga TK yang tergabung dalam IGTKI,” katanya.

Ketua IGTKI Kabupaten Malinau Siti Arfa’iyah dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa HAN bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita.

“HAN tahun ini mengusung tema Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Jadi seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendampingi dan melindungi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” katanya.

Anak, lanjutnya, adalah investasi bangsa yang harus dijaga bersama. Masa depan Indonesia, termasuk Kabupaten Malinau, berada di tangan anak-anak yang hari ini sedang tumbuh dan belajar.

Karena itu, kata dia, dengan sub tema Cinta Budaya Sejak Dini, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak Malinau yang Ceria dan Berjaya, maka kegiatan karnaval budaya diharapkan mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.

“Karnaval budaya bukan hanya menjadi ajang kreativitas dan hiburan, tetapi juga media pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman budaya, adat istiadat, pakaian tradisional, seni, serta nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Kabupaten Malinau,” tuturnya.

Dia yakin, anak-anak yang mengenal budayanya akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, menghargai keberagaman, mencintai tanah air, serta mampu bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Elisa Selutan mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengatakan karnaval budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini kita memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Malinau sekaligus keberagaman budaya bangsa Indonesia kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan sebagai upaya menumbuhkan rasa bangga, menghargai, dan melestarikan budaya daerah sejak dini, khususnya budaya yang ada di Malinau.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan dalam menjunjung tinggi, menghormati, dan menghargai budaya-budaya yang ada di Kabupaten Malinau,” katanya.
Baca juga: Pemkab Malinau: Anggaran RT minimal 10 persen untuk tangani stunting
Baca juga: Pemkab Malinau perkuat peran APIP kawal program strategis nasional

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.