Kabupaten OKI jadi fokus penanganan karhutla Sumsel
Kabupaten OKI jadi fokus penanganan karhutla Sumsel
Sabtu, 3 Oktober 2026 13:05 WIB
Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Ruang Rapat BPBD Provinsi Sumsel, Jumat (2/10/2026). ANTARA/HO/Polda Sumsel
Palembang (ANTARA) - Polda Sumatera Selatan bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai fokus utama penanganan kebakaran hutan dan lahan selama sepekan ke depan.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio di Palembang, Sabtu, mengatakan keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan 2026 di Palembang, Jumat (2/10/2026).
“Penetapan OKI sebagai wilayah prioritas didasari oleh tingginya aktivitas titik api di daerah tersebut yang terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kualitas udara serta timbulnya kabut asap di Kota Palembang,” kata Anis.
Untuk menekan kebakaran, rapat evaluasi menyepakati penguatan penanganan terpadu selama sepekan ke depan dengan mengerahkan helikopter untuk pengeboman air di titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain itu, pemerintah dan aparat akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Penguatan posko terpadu juga dilakukan dengan menambah personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni guna mempercepat pemantauan serta penanganan kebakaran.
Koordinasi lintas sektor turut ditingkatkan dengan melibatkan perusahaan yang memegang konsesi lahan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Selain memperkuat pemadaman, aparat gabungan juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Layanan kesehatan gratis selama 24 jam akan disiagakan, disertai pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel yang bertugas di lapangan.
Anis menegaskan jajarannya berkomitmen mengawal efektivitas pengamanan dan penanganan karhutla di wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
“Fokus kami adalah mempercepat pemadaman sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap,” ujarnya.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026