Irak Teken 48 Perjanjian dengan Perusahaan AS, Starlink Hingga Shell Ambil Bagian
Bagikan:
JAKARTA - Irak menandatangani 48 perjanjian dan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS), banyak di antaranya di sektor minyak.
Penandatangan perjanjian ini berlangsung selama kunjungan Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi ke AS.
Irak yang kaya minyak telah berupaya untuk bangkit dari puluhan tahun perang dan kerusuhan di dalam negeri. Namun hingga saat ini, infrastruktur negara Timur Tengah itu masih terbilang buruk, layanan publiknya dianggap gagal, salah urus, dan korupsi yang merajalela.
Irak sangat membutuhkan dorongan ekonomi, terutama setelah kehilangan pendapatan karena terhentinya ekspor minyak akibat perang di Timur Tengah.
βSebanyak 48 perjanjian, nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, dan deklarasi kemitraan ditandatangani antara entitas sektor publik dan swasta di Irak dan Amerika Serikat,β kata kantor media pemimpin Irak, dikutip dari AFP, Minggu 19 Juli.
Perjanjian tersebut termasuk βkerja sama dan kemitraan yang melibatkan kementerian minyak dan listrik... dengan ExxonMobil, KBR, GE Vernova, Shell, dan Halliburton,β serta beberapa kesepakatan terkait pembangunan jalur pipa minyak mentah utama antara Irak dan Suriah.
Irak juga menandatangani kesepakatan dengan Starlink, yang mendominasi sektor komunikasi satelit global, untuk memperkenalkan layanan ke negara tersebut.
BACA JUGA:
Pada Selasa pekan ini, Presiden AS Donald Trump memuji Zaidi sebagai "juara" dalam pertemuan di Gedung Putih.
Zaidi, seorang pengusaha, berkuasa tahun ini dengan restu AS setelah Trump memveto kandidat lain.
Ia telah berjanji untuk meningkatkan ekonomi Irak yang rapuh dan melucuti senjata kelompok bersenjata pro-Iran di Irak yang telah menargetkan fasilitas AS.
Irak telah lama berada di posisi sulit di antara pengaruh yang bersaing dari sekutu AS dan negara tetangga, Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+