Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

 Bisnis Jumat, 24 Juli 2026 - 11:16 WIB Jakarta, VIVA – PT Reasuransi Indo...

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:16 WIB

Jakarta, VIVA – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re membukukan kinerja positif pada Divisi Reasuransi Jiwa sepanjang Semester I 2026. Di tengah tekanan kenaikan klaim kesehatan dan dinamika industri asuransi, perusahaan berhasil melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada sejumlah indikator utama.

Baca Juga

Capaian tersebut tercermin pada Gross Premium, Premi Retensi Sendiri (Net Premium), dan Hasil Underwriting Bersih (HUB). Hasil underwriting bersih bahkan mencapai 123 persen dari target RKAP, sementara Gross Premium terealisasi sebesar 99 persen dari target.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re Delil Khairat mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan strategi perusahaan yang lebih menitikberatkan pada kualitas bisnis dibanding mengejar pertumbuhan premi semata.

Baca Juga

Gross Premium Capai Rp983 Miliar

Hingga Juni 2026, Divisi Reasuransi Jiwa Indonesia Re membukukan Gross Premium sebesar Rp983 miliar.

Baca Juga

Meski secara tahunan Gross Premium sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun lalu, perusahaan justru mencatat peningkatan signifikan pada Hasil Underwriting Bersih yang tumbuh 97 persen dibanding Juni 2025.

Menurut Indonesia Re, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa strategi reshaping portofolio mulai memberikan hasil positif melalui peningkatan kualitas bisnis dan profitabilitas.

Tiga Strategi Jaga Profitabilitas

Indonesia Re menyebut ada tiga faktor utama yang menopang pertumbuhan hasil underwriting di tengah meningkatnya biaya klaim kesehatan.

Pertama, perusahaan menjaga kualitas akseptasi risiko melalui proses pricing dan underwriting yang berbasis data serta dilakukan secara prudent.

Kedua, Indonesia Re terus melakukan evaluasi dan perbaikan portofolio secara berkelanjutan. Strategi ini memang dapat memengaruhi pertumbuhan premi dalam jangka pendek, tetapi dinilai mampu meningkatkan kualitas portofolio dan profitabilitas.

Ketiga, perusahaan memperkuat sistem operasional, termasuk harmonisasi pelaporan bersama perusahaan asuransi agar proses administrasi premi dan klaim lebih akurat serta efisien.

Inflasi Medis Jadi Tantangan Industri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia Re menilai inflasi medis masih menjadi tantangan utama industri asuransi jiwa dan kesehatan.

Namun, perusahaan berpandangan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kenaikan biaya layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kecukupan tarif premi, disiplin underwriting, kualitas syarat polis, serta efektivitas pengelolaan risiko dan klaim.

Halaman Selanjutnya

Client Market and Pricing Actuary Life & Health Division Head Indonesia Re Nico Demus mengatakan setiap keputusan akseptasi dilakukan berdasarkan evaluasi risiko yang menyeluruh agar kualitas portofolio tetap terjaga.