India ajak Indonesia perluas kerja sama AI di BRICS
Jakarta (ANTARA) - India mendorong Indonesia memperkuat kemitraan kecerdasan artifisial (AI) dalam kerangka BRICS agar teknologi tersebut dapat diterapkan lebih luas untuk kesehatan, pertanian, UMKM, dan masyarakat.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan kedua negara memiliki peluang besar untuk meningkatkan kerja sama AI melalui penerapan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita patut bekerja sama untuk implementasi AI di bidang kesehatan dan pertanian. Kita pun sudah menjajaki penerapan solusi AI untuk UMKM dan dunia usaha,” kata Chakravorty dalam wawancara khusus secara tertulis bersama ANTARA terkait Keketuaan BRICS India, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa AI merupakan komponen penting dalam pilar inovasi, yang menjadi salah satu dari empat pilar prioritas Keketuaan BRICS India tahun ini. Tiga pilar lainnya adalah ketahanan, kerja sama, dan keberlanjutan.
Menurut Chakravorty, salah satu bidang AI yang dapat dioptimalkan bersama oleh Indonesia dan India adalah teknologi bahasa untuk menjembatani komunikasi masyarakat yang menggunakan bahasa berbeda.
Kerja sama tersebut dinilai penting bagi Indonesia dan India yang memiliki keragaman bahasa yang sangat besar dan memiliki jumlah bahasa terbesar di dunia.
“Kita dapat berkolaborasi dalam teknologi bahasa, khususnya teknologi yang membuat AI semakin dapat diakses oleh komunitas yang menuturkan beragam bahasa,” kata Dubes India.
Untuk mendukung hal itu, universitas dan peneliti dari kedua negara perlu memperkuat kemitraan melalui penelitian bersama, khususnya di bidang AI, ujarnya.
Dubes India juga mendorong pembuat kebijakan kedua negara meningkatkan interaksi untuk bertukar pengalaman dan keahlian guna memastikan tata kelola AI yang bertanggung jawab.
“Kita juga sudah mendirikan Kelompok Kerja Bersama untuk Teknologi Digital yang diberikan wewenang untuk meninjau sektor kerja sama ini,” tambahnya.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Forum kerja sama internasional tersebut mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” pada tahun ini.
Indonesia bergabung sebagai anggota BRICS pada 6 Januari 2025. Negara-negara yang tergabung dalam BRICS antara lain Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Baca juga: Dubes India sebut Indonesia wakil penting bagi Global South di BRICS
Baca juga: Pakar: Indonesia perlu optimalkan BRICS untuk ketahanan energi, pangan
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.