IKJ libatkan warga empat kelurahan dalam Festival Kali Pasir 2026
Jakarta (ANTARA) - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) melibatkan masyarakat dari empat kelurahan di sekitar kampus dalam penyelenggaraan Festival Kali Pasir 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, warga, komunitas, dan pemerintah melalui kegiatan seni dan budaya.
Rektor IKJ Prof. M Syamsul Maarif mengatakan Festival Kali Pasir yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua itu digagas sebagai ruang kolaborasi antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar kampus.
"Festival Kali Pasir merupakan bentuk kolaborasi antara civitas akademika dan masyarakat sekitar Kampus Institut Kesenian Jakarta," kata Syamsul dalam pembukaan Festival Kali Pasir 2026 di kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat.
Dia menjelaskan kampus IKJ berada di tengah empat kelurahan, yakni Cikini, Kebon Sirih, Kwitang, dan Kenari, yang selama ini hidup berdampingan dan menjadi sumber inspirasi bagi karya para seniman.
Menurut Syamsul, tema "Aliran Seni Sungai Kota" dipilih untuk menggambarkan seni sebagai ruang yang menghubungkan manusia, budaya, dan lingkungan sehingga mampu memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Baca juga: Menbud ungkap andil kampus lestarikan budaya lewat pengetahuan kreatif
Beragam kegiatan diselenggarakan dalam festival tersebut, antara lain pertunjukan seni, karnaval, diskusi buku, pemutaran film, lokakarya kolaboratif, donor darah, bazar Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM), pertunjukan musik, serta berbagai aktivitas partisipatif yang melibatkan masyarakat.
Kolaborasi warga juga ditampilkan melalui pertunjukan lenong yang dimainkan bersama mahasiswa IKJ dan masyarakat Kali Pasir.
Selain itu, festival yang berlangsung pada 24-25 Juli 2026 itu juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah musisi dan kelompok seni, di antaranya The Adams, Sisitipsi, Indische Party, Kebunku, Jagad Pantomime, Boogie Dance, Yola Dance, serta bedah buku karya Seno Gumira Ajidarma dan Beng Rahadian.
Syamsul mengatakan Festival Kali Pasir menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Dia pun berharap festival tersebut terus berkembang menjadi agenda tahunan yang kemudian memperkuat hubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, seniman, pelaku UMKM, dan masyarakat, serta menjadi salah satu ikon seni budaya Jakarta menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta.
"Sebagai perguruan tinggi, IKJ memiliki tanggung jawab menghadirkan seni yang dekat dengan masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan ruang kebudayaan kota," ungkap Syamsul.
Baca juga: Rano Karno sebut seni punya peran penting bentuk identitas kota
Baca juga: Jakarta Kota Sinema, IKJ komit wujudkan dengan perkuat kolaborasi
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.