Harga cabai di Purwokerto kembali naik

Harga cabai di Purwokerto kembali naik

Harga cabai di Purwokerto kembali naik

Sabtu, 3 Oktober 2026 13:16 WIB

Image Print

Harga cabai rawit merah di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2026), naik dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp90.000/kg. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Harga beberapa jenis cabai di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali mengalami kenaikan akibat minimnya pasokan dari petani seiring dengan regenerasi tanaman dan dampak kekeringan pada musim kemarau 2026.

Dari pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, Sabtu, kenaikan signifikan terjadi pada cabai rawit merah karena besarannya mencapai Rp20.000 per kilogram, yakni dari Rp70.000/kg menjadi Rp90.000/kg.

Sementara harga cabai merah besar naik dari Rp65.000/kg menjadi Rp70.000/kg dan cabai merah keriting naik dari Rp65.000/kg menjadi Rp75.000/kg, sedangkan harga cabai rawit hijau masih bertahan di harga Rp70.000/kg dalam satu pekan terakhir.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Manis, Anjar mengatakan kenaikan harga beberapa jenis cabai terjadi karena minimnya pasokan dari petani.

“Informasinya saat ini petani hanya mengandalkan panen dari tanaman lama meskipun produksinya menurun karena tanaman baru belum berbuah, sehingga pasokan berkurang,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengakui kenaikan harga beberapa jenis cabai dipengaruhi penurunan pasokan dari petani.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga cabai di pasaran, semoga pasokan bisa kembali stabil seiring dengan adanya tanaman baru yang diharapkan segera berbuah karena saat sekarang petani sedang regenerasi tanaman,” katanya.

Saat dihubungi dari Purwokerto, petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto mengakui saat sekarang tanaman cabai sedang memasuki masa transisi atau regenerasi dari tanaman lama ke tanaman baru.

Dalam hal ini, kata dia, produksi cabai tanaman lama sudah menurun, sedangkan tanaman baru belum banyak yang berbuah sehingga berdampak pada ketersediaan pasokan.

Di sisi lain, lanjut dia, musim kemarau yang berkepanjangan berdampak pada ketersediaan air di sentra tanaman cabai sehingga kondisi tanaman lama yang seharusnya masih bisa berproduksi menjadi kering dan produksinya berkurang.

Terkait dengan harga cabai di tingkat petani, dia mengatakan berdasarkan data hari Sabtu (3/10), harga cabai rawit merah di wilayah atas Banjarnegara naik dari Rp63.000/kg menjadi Rp65.000/kg, cabai merah keriting naik dari Rp40.000/kg menjadi Rp42.000/kg, dan cabai rawit hijau naik dari Rp28.000/kg menjadi Rp30.000/kg.

“Kalau di wilayah atas Banjarnegara, cabai merah besar banyak yang dipetik saat masih hijau, harganya sekitar Rp30.000/kg. Kalau di wilayah bawah Banjarnegara, belum terinfo,” katanya.

Ia mengatakan petani sayuran di wilayah atas Banjarnegara saat sekarang juga mengalami kendala karena banyak tanaman tomat yang roboh dan diduga karena faktor keberatan buah.

Menurut dia, harga tomat di tingkat petani saat sekarang berkisar Rp5.000-Rp6.000/kg setelah naik dari kisaran Rp500/kg.

“Tomat roboh, tidak masalah, sebenarnya nggak dibetulkan pun aman buahnya. Yang ambrol ada tapi nggak banyak, ke harga nggak berdampak terkait tomat roboh, cuma untuk perawatan yang susah untuk jalan,” katanya.

Teguh mengatakan saat sekarang petani di wilayah atas Banjarnegara sedang menyiapkan tanaman baru, baik cabai maupun tomat, untuk memenuhi kebutuhan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Baca juga: Harga cabai di Purwokerto melonjak

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.