MBG: Hampir 2.000 orang diduga keracunan MBG dalam tiga hari terakhir - BBC News Indonesia

MBG: Hampir 2.000 orang diduga keracunan MBG dalam tiga hari terakhir - BBC News Indonesia

Hampir 2.000 orang, sebagian besar anak-anak, diduga keracunan MBG dalam tiga hari terakhir

Para santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (02/09).

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Para santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (02/09).

Telah diterbitkan 5 jam yang lalu

Waktu membaca: 6 menit

Hampir 2.000 orang—sebagian besar anak-anak—diduga keracunan setelah menyantap menu MBG (Makan Bergizi Gratis) sejak Selasa (01/09) hingga Kamis (03/09).

Lokasi kejadian beragam. Mulai dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; hingga Kabupaten Agam, Sumatra Barat; dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, korban terdampak telah mencapai 730 orang. Dari jumlah tersebut, 706 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, pada Kamis (03/09).

Para santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (02/09).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Para santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (02/09).

Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru.

Pemerintah daerah sudah menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.

Santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang mengalami keracunan makanan

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (03/09).

Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan, lantaran diduga keracunan MBG, Rabu (02/09).

Para korban mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, gatal hingga sedikit kesulitan bernapas setelah menyantap menu MBG.

Hingga kini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Atas kasus dugaan keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan "kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf, kami tidak bisa bantu".

Kabupaten Rembang, Jawa Tengah: 777 orang terdampak

Sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah diduga keracunan usai menyantap MBG.

Mereka dilaporkan mulai mengalami gejala mual, muntah nyeri perut dan diare sejak Rabu (02/9) malam hingga Kamis (03/09) pagi.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan para murid dan guru mulai menyantap MBG pada Rabu (02/09) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu menu yang disajikan dari SPPG Desa Soditan berupa nasi, ayam bakar, sambal teri, tempe goreng dan lalapan.

Murid-murid SMAN 1 Lasem

Sumber gambar, SMAN 1 Lasem

Keterangan gambar, Murid-murid SMAN 1 Lasem mengantre toilet, pada Kamis (03/09).

Pada Kamis (03/09) sekitar pukul 07.30, ratusan murid mendadak berhamburan mengantre di toilet.

"Diare dan bergantian masuk toilet. Total ada 40 toilet sehingga tidak mampu menampung semuanya. Padahal malamnya sudah diare tapi baru laporan hari ini," kata Juhartutik saat dihubungi wartawan Nugroho Dwi Putranto yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (03/09).

Baca juga:

  • Ratusan santri dan siswa di Sidoarjo diduga keracunan MBG – 'Pihak penanggung jawab harus diproses hukum'
  • Ratusan pelajar di Papua keracunan MBG – 'Ini seperti kasih makan binatang dalam kandang'
  • 'Kami ini bukan hanya 3T, tapi tersiksa dan terlupakan' – Mengapa tidak ada dapur MBG di kantong stunting tertinggi di Papua?

Menurut Juhartutik, berdasarkan pendataan total ada sebanyak 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem yang mengalami gejala keracunan.

"752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem diare," ujar Juhartutik.

Disampaikan Juhartutik, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem untuk meminta bantuan penanganan medis.

"Ditindaklanjuti dengan didatangkan tenaga kesehatan dan ambulans," kata Juhartutik.

Pihak sekolah pun terpaksa memulangkan sebanyak 1.174 murid dan 95 guru serta karyawan sekitar pukul 08.30 WIB. Adapun murid terdampak diberikan kelonggaran untuk libur sekolah hingga beberapa hari ke depan.

"Kami juga meminta orangtua murid untuk terus memantau kondisi kesehatan anak, jika sakit dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Biaya penanganan medis ditanggung pemerintah," kata Juhartutik.

"Pihak SPPG sudah kami hubungi dan datang ke sekolah untuk bertanggung jawab," tambahnya.

Sejumlah murid SMAN 1 Lasem dirawat setelah mengalami gejala keracunan, pada Kamis (03/09).

Sumber gambar, DOKUMEN PRIBADI

Keterangan gambar, Sejumlah murid SMAN 1 Lasem dirawat setelah mengalami gejala keracunan, pada Kamis (03/09).

Sunarsih, ibunda salah satu murid SMAN 1 Lasem mengatakan, putranya mulai bergejala mual, muntah dan diare pada Rabu (02/09) sore sepulang sekolah.

"Namun saat ini sudah membaik," kata Sunarsih.

Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto menyampaikan, sampai saat ini total ada 21 murid yang telah menjalani pemeriksaaan di UGD. Mereka bergejala keracunan makanan seperti mual, muntah, nyeri perut dan diare.

"17 siswa boleh pulang rawat jalan dan empat siswa rawat inap. Semua kondisinya baik dan tertangani dengan baik," terang Joko.

SMAN 1 Lasem

Sumber gambar, SMAN 1 LASEM

Sementara itu, Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SMAN 1 Lasem dan juga wali murid.

"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban," kata Achmad.

SPPG Soditan Lasem pun menyatakan akan menjamin seluruh keperluan perawatan medis para korban hingga pulih.

"Semua pengobatan kami pastikan gratis dan dicover total. Kami bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru," jelas Achmad.

Atas insiden ini, SPPG Soditan Lasem akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur dan prosedur standar operasional.

Tana Toraja, Sulawesi Selatan: 152 orang terdampak

Sebanyak 152 orang dari dua Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami gejala keracunan, pada Kamis (03/09).

Mereka dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale, Tana Toraja.

Ratusan murid SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale itu diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi MBG yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan, pada Rabu (02/09).

Sejumlah orang dari dua SMP di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjalani perawatan akibat mengalami gejala keracunan, pada Kamis (03/09).

Sumber gambar, Jufri Tonapa

Keterangan gambar, Sejumlah orang dari dua SMP di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjalani perawatan akibat mengalami gejala keracunan, pada Kamis (03/09).

Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding, mengatakan beberapa murid mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Kamis (03/09). Salah seorang guru mengaku mengalami gejala serupa.

"Karena sudah massal, sudah antre di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya menghubungi rumah sakit dan puskesmas," ungkap Yohanis kepada wartawan Jufri Tonapa yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Dia menyebut, MBG yang dikonsumsi murid-muridnya diantar oleh SPPG pada Rabu (02/09) pukul 11.00 Wita. Menunya, nasi, ayam dimasak air, perkedel, dan sayur campuran wortel. Makanan itu, kata Yohanis, sudah dicek oleh petugas penanggung jawab di sekolah.

Akan tetapi, salah satu orang tua murid mengatakan bahwa dari pengakuan anaknya makanan menu MBG tersebut berlendir. Adapun daging ayam masih merah dan berbau amis.

Sebanyak 152 orang dari dua SMP dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale, Tana Toraja.

Sumber gambar, Jufri Tonapa

Keterangan gambar, Sebanyak 152 orang dari dua SMP dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale, Tana Toraja.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq, yang meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lakipadada menyatakan Pemkab Tana Toraja melakukan segala hal yang diperlukan untuk menangani masalah ini.

Sejumlah Puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada di Makale dan sekitarnya telah dikerahkan untuk membantu.

"Saya sudah sampaikan kepada semua pimpinan rumah sakit, bahwa ini harus segera ditangani sesegera dan seoptimal mungkin sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit," kata Zadrak.