Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran
Erupsi Gunung Semeru disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur tidak diketahui karena visual gunung tertutup kabut

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Selasa malam.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.33 WIB, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya, erupsi gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 55 detik.

"Erupsi Gunung Semeru disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur tidak diketahui karena visual gunung tertutup kabut," tuturnya.

Baca juga: Humaniora kemarin, portal Radar MBG hingga Semeru erupsi 8 kali

Catatan petugas menyebutkan Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak enam kali pada Selasa sejak pukul 01.20 WIB hingga pukul 20.33 WIB dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak.

Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Mukdas Sofian.

Baca juga: Semeru erupsi 8 kali selama enam jam dengan tinggi letusan1,2 km

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.