Gubernur dorong Cipayung Plus kaji persoalan publik di Gorontalo - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong Rumah Kebangsaan Cipayung Plus menjadi ruang kolaborasi mahasiswa dan pemerintah dalam mengkaji berbagai persoalan publik di daerah.
Hal itu disampaikan Gusnar saat meresmikan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Rabu.
Gusnar mengatakan pemerintah membutuhkan masukan dari mahasiswa untuk menguji dan menyempurnakan berbagai gagasan pembangunan sebelum diterapkan di masyarakat.
Menurut dia, Rumah Kebangsaan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan mahasiswa dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membahas persoalan yang berkembang di lapangan.
“Adik-adik ini silakan buat forum, nanti cari isunya apa, begitu juga dengan OPD kemudian kaji di sini,” ujar Gusnar.
Ia mencontohkan persoalan ketersediaan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang dapat dikaji bersama dengan membandingkan keluhan masyarakat dan data kuota yang tersedia.
Menurut Gusnar, perbedaan antara kondisi di lapangan dan data tersebut perlu ditelusuri bersama untuk mengetahui apakah persoalannya berkaitan dengan tata kelola atau pasokan.
“Kalau dari adik-adik dari lapangan ada yang tahu, nanti kita komunikasikan dan perbaiki,” katanya.
Gusnar berharap forum tersebut tidak hanya menjadi tempat penyampaian aspirasi, tetapi juga melahirkan gagasan pembangunan yang berbasis kajian dan dapat disampaikan kepada publik melalui tulisan.
Ia juga mendorong lahirnya pemikir-pemikir muda dari gerakan Cipayung Plus Gorontalo yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo dihimpun oleh sembilan organisasi kemahasiswaan, yakni PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, HMI, IMM, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, dan KAMMI.
Peresmian tersebut turut dihadiri Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo dan Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.