Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya
Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIB
VIVA – Flu burung atau avian influenza (AI) pernah menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius di Indonesia. Wabah penyakit tersebut pertama kali terjadi di Tanah Air pada 2003 dan mendorong pemerintah menerapkan berbagai langkah pengendalian untuk menjaga kesehatan unggas.
Baca Juga
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., mengatakan vaksinasi menjadi salah satu strategi yang diterapkan pemerintah sejak wabah flu burung terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi peternakan unggas di Indonesia. Vaksinasi dinilai dapat membantu menjaga kesehatan unggas sekaligus mempertahankan produktivitas peternakan.
Baca Juga
"Flu burung mewabah di Indonesia pada tahun 2003. Dan sejak terjadinya wabah flu burung, kebijakan pemerintah Indonesia kita menerapkan program vaksinasi. Walaupun saat itu banyak negara menentang program vaksinasi. Tetapi karena kita menganggap bahwa dengan kondisi Indonesia, program vaksinasi adalah pilihan terbaik untuk bisa membebaskan suatu peternakan, kawasan peternakan, bahkan kepulauan, maka kita melakukan vaksinasi," ujarnya di Bogor, Kamis 24 September 2026.
"Dan terbukti sampai saat ini, sejak kasus flu burung itu, kita tidak pernah mengalami wabah dan juga produksi kita tetap konsisten. Tidak ada kasus, ya, ada kasus pun kecil. Tapi secara keseluruhan, dengan vaksinasi, kita bisa menjaga kesehatan unggas kita dan produksinya semakin meningkat lagi," sambungnya.
Baca Juga
![]()
Agung mengatakan pengalaman Indonesia dalam menangani flu burung juga menjadi pembelajaran bagi negara lain. Menurut dia, sejumlah negara yang sebelumnya tidak menerapkan vaksinasi AI kini mulai menggunakan pendekatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan unggas.
"Itu menjadi moral kita. Dan kita juga menjadi salah satu contoh negara-negara di dunia yang menerapkan program vaksinasi AI pada unggas. Banyak negara yang tadinya melarang vaksinasi AI, sekarang malah mereka juga sangat melakukan vaksinasi AI untuk menjaga agar kesehatan hewannya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Upaya menjaga kesehatan unggas menjadi penting karena penyakit pada hewan ternak tidak hanya berkaitan dengan produktivitas peternakan, tetapi juga dapat berdampak pada ketersediaan pangan dan perekonomian.
Dalam konteks tersebut, pengembangan dan distribusi vaksin hewan menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit unggas. Salah satu perkembangan terbaru datang dari industri kesehatan hewan Indonesia yang mulai memperluas distribusi produknya ke sejumlah negara Afrika.
Halaman Selanjutnya
Vaksindo mencatat ekspor perdana vaksin unggas ke Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi. Nilai ekspor tersebut mencapai US$106.875 atau sekitar Rp1,9 miliar.