Firman Yusi bagikan masker dan bantu operasional UPBS di Tabalong - ANTARA News Kalimantan Selatan

Firman Yusi bagikan masker dan bantu operasional UPBS di Tabalong - ANTARA News Kalimantan Selatan

Tabalong Kalsel (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi membagikan 1.500 masker dan membantu operasional tiga Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) di Kabupaten Tabalong .

"Bagi-bagikan masker tersebut salah satu bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap warga di tengah kabut asap akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel," ujar Firman Yusi ketika dikonfirmasi, Kamis sore. 

Begitu pula bantuan kepada tiga UPBS di "Bumi Saraba Kawa" Tabalong sebagai bentuk kepedulian anggota DPRD Kalsel terhadap masalah karhutla, lanjut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang berkampus di Banjarbaru itu. 

Firman Yusi yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu membagi-bagikan masker secara gratis tersebut kepada warga masyarakat Bumi Saraba Kawa Tabalong pada Rabu (2/9/2026).

Saraba Kawa berasal dari bahasa daerah Banjar, Kalsel merupakan motto daerah Kabupaten Tabalong yang pengertiannya serba bisa (dalam pengertian positif). Kalau orang lain bisa, Tabalong juga harus bisa. 

Pembagian masker tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap yang terjadi sebagai dampak karhutla.

Firman mengatakan, kondisi kemarau panjang yang melanda hampir seluruh wilayah Kalsel menyebabkan potensi kebakaran semakin meningkat. Karena itu, perlindungan terhadap masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Masker ini memang sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat membantu warga mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara sedang tidak baik akibat karhutla,” ujar wakil rakyat kelahiran "kota minyak" Tanjung ibukota Tabalong tersebut. 

Selain membagikan masker, Firman Yusi atau anggota DPRD Kalsel dua periode itu juga memberikan bantuan dana operasional masing-masing Rp2,5 juta kepada tiga UPBS di Tabalong, kabupaten yang berbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) tempatnya Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Ketiga UPBS tersebut yakni UPBS Desa Bahungin, Kecamatan Kelua; UPBS Tanta Hulu; dan UPBS Tanta, Kecamatan Tanta.

Bantuan tersebut untuk mendukung kebutuhan operasional UPBS yang selama ini kerap terlibat langsung dalam penanganan dan pemadaman kebakaran, baik karhutla maupun kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman.

Menurut Firman, keberadaan UPBS sangat penting karena mereka merupakan kekuatan masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

“UPBS ini bekerja di lapangan dan sering menjadi salah satu yang pertama bergerak ketika terjadi kebakaran. Karena itu, operasional mereka harus kita dukung agar tetap bisa bergerak ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Firman menilai meningkatnya intensitas kebakaran belakangan ini perlu respons atau tanggapan dengan memperkuat upaya pencegahan sekaligus kesiapsiagaan di tingkat masyarakat.

Kemarau panjang, menurutnya, membuat kondisi vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar. Api yang awalnya kecil juga berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

“Karena itu, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat. Masyarakat, termasuk UPBS, memiliki peran yang sangat penting. Semakin kuat kesiapsiagaan kita di tingkat bawah, semakin cepat pula potensi kebakaran bisa ditangani,” jelas Firman.

Anggota DPRD Kalsel Firman Yusi dari Fraksi PKS saat beri bantuan operasional kepada tiga UBS dj Kabupaten Tabalong, Rabu (2/9/2026). (ANTARA/HO Dokumen Pribadi)


Baca juga: DPRD Kalsel siap kawal pemanfaatan aset dan program LSDP
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan operasional UPBS, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi para relawan yang secara sukarela terlibat dalam penanggulangan bencana.

Firman juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

“Yang paling penting adalah mencegah. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kebakaran besar yang kemudian berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas warga,” pungkasnya.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.