DPR tegaskan karhutla mengancam satwa endemik dan kekayaan genetik - ANTARA News Kalimantan Selatan

DPR tegaskan karhutla mengancam satwa endemik dan kekayaan genetik - ANTARA News Kalimantan Selatan

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan genetik alam Indonesia.

Dia menjelaskan Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Berbagai spesies endemik dan langka Indonesia seperti burung rangkong, kera bekantan, orang utan, pohon ulin dan banyak spesies anggrek terancam musnah akibat kebakaran.

”Ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” kata Rajiv di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, satwa yang terdampak bukan hanya mengalami kematian akibat kebakaran, tetapi yang berhasil menyelamatkan diri pun menghadapi ancaman lanjutan karena kehilangan rumah, sumber pakan bahkan bisa menimbulkan masalah baru dengan masyarakat sekitar hutan.

Maka dari itu, dia mengatakan bahwa harus ada upaya mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat.

Di sisi lain, pemulihan ekosistem juga tidak cukup hanya dengan menanam kembali pepohonan, karena rantai makanan dan fungsi ekologis hutan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk terbentuk kembali.

Dia mendorong pemerintah mengubah pendekatan penanganan karhutla dari yang selama ini dominan bersifat reaktif menjadi pencegahan permanen dan berbasis risiko yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian kehutanan, penegak hukum hingga masyarakat adat.

Situasi itu, kata dia, harus dilihat sebagai krisis ekologis, bukan sekadar persoalan pemadaman api. Pemerintah perlu membangun sistem komando terpadu yang menghubungkan seluruh stakeholders.

"Setiap titik panas harus segera diverifikasi di lapangan, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar,” kata dia.

Untuk itu, dia menilai perlindungan satwa harus dimasukkan ke dalam setiap rencana penanganan karhutla. Menurut dia, kawasan habitat penting yang berada di luar kawasan konservasi juga harus mendapatkan perlindungan melalui koridor ekologis, areal preservasi, dan kerja sama dengan pemegang konsesi dan masyarakat.

”Kemenhut dan Kementerian Lingkungan Hidup perlu memiliki protokol tanggap darurat satwa yang mencakup pemetaan kawasan perlindungan dan koridor satwa, tim penyelamatan dan pelayanan kesehatan satwa, penyediaan habitat sementara, pemantauan pascakebakaran,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anggota DPR tegaskan karhutla ancam satwa endemik dan kekayaan genetik

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.