BPBD: Karhutla di Kabupaten Batang Hari terus meluas - ANTARA News Jambi

BPBD: Karhutla di Kabupaten Batang Hari terus meluas - ANTARA News Jambi

Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Jambi menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daearah itu terus meluas. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin di Muara Bulian, Kamis, mengatakan bahwa dari bulan Januari sampai September 2026 untuk total luas lahan yang terbakar telah mencapai 479,48 hektare.

"Angka itu berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan dari sejumlah lokasi kejadian kebakaran,"katanya.

Dapat diketahui, luas lahan yang terbakar itu dengan rincian yaitu pada Januari seluas 4,3 hektare, Februari 1,6 hektare, Maret 13,7, April, 2,6 hektare, Mei 0,8 hektare, Juni 8,6 hektare, Juli 16,2 hektare, Agustus seluas 429 hektare dan September 3,5 hektare.

Selain itu, meluasnya Karhutla itu juga berdampak terhadap kondisi kualitas udara di wilayah Muara Bulian. Kabut asap masih menjadi persoalan seiring tingginya konsentrasi partikulat halus PM2,5 di udara.

Berdasarkan hasil pengukuran UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari, ISPU Muara Bulian tercatat 176 untuk parameter PM2,5.

Sementara itu, Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Batang Hari, Meyrina, mengatakan hasil pengukuran tersebut berlaku pada periode 2 September sampai 3 September 2026.
Dengan angka 176, kualitas udara berada pada rentang 101–200 atau masuk kategori tidak sehat.

“Kondisi itu menunjukkan kualitas udara masih berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat,” ujar.

Dalam pengukuran tersebut, suhu udara tercatat 28,6 derajat Celsius, kelembapan 66 persen dan tekanan udara mencapai 1009,3 mBar.

Sementara parameter pencemar lainnya, seperti PM10, SO2, CO, O3, NO2 dan HC, tidak menampilkan angka dalam hasil pengukuran tersebut.

Meyrina mengimbau masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap kembali memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak Karhutla di Batang Hari tidak hanya terlihat dari luas lahan yang terbakar, tetapi juga mulai dirasakan melalui penurunan kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.