MBG harus diperbaiki, bukan dihentikan - ANTARA News Bengkulu

MBG harus diperbaiki, bukan dihentikan - ANTARA News Bengkulu

Jakarta (ANTARA) - Poltracking Indonesia, melalui Hanta Yuda AR, memotret popularitas MBG mencapai 93,9 persen, tetapi di antara mereka yang mengetahui program ini, 49,2 persen menyatakan tidak puas dan 46,4 persen puas.

Ketika ditanya tentang keberlanjutan program, 44,6 persen menjawab tidak perlu dilanjutkan, sedangkan 42,1 persen meminta tetap dilanjutkan. Hanta menyebut problem implementasi—keracunan, mutu makanan, mismanajemen, hingga perkara korupsi—telah merusak reputasi MBG; rilis resminya, bahkan menyebut desakan penghentian “semakin kencang”, mengusulkan MBG dipersempit ke wilayah 3T, serta membuka opsi konversi menjadi BLT.

Survei tatap muka itu berlangsung 14–20 Agustus 2026 terhadap 1.220 pemilih di 38 provinsi, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Angkanya patut didengar, tetapi tafsir dan resep kebijakannya harus diuji.

Sebelum menjatuhkan vonis, lihatlah skala manfaatnya. Pada 13 Februari 2026, dilaporkan MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima melalui sekitar 22 ribu SPPG di 38 provinsi. Di dalamnya ada siswa dari keluarga buruh dan petani, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Petunjuk teknis BGN menetapkan satu porsi pagi memenuhi 20–25 persen angka kecukupan gizi harian, sedangkan porsi siang 30–35 persen; untuk siswa kelas 4–6, rujukannya 15,8–18,4 gram protein, dan siswa SMP 20,3–23,6 gram. Bagi keluarga berkecukupan, telur, ikan, ayam, buah, dan sayur mungkin menu biasa. Bagi keluarga sederhana, kepastian protein setiap hari sekolah adalah penghematan, sekaligus perlindungan tumbuh kembang.

Baca juga: Dugaan keracunan massal di Ponpes Sidoarjo: 424 santri terdampak, operasional dapur SPPG Kali Tengah dihentikan

Manfaat MBG juga bergerak keluar dari ompreng. Data pemerintah per 28 Agustus mencatat 27.485 SPPG beroperasi. Jika pengalaman riil yang saya temui di dapur SPPG di Cilegon—50 orang pada satu SPPG—dipakai sebagai asumsi, potensi pekerjaan langsung mencapai 1.374.250 orang. Ini estimasi, bukan angka nasional yang diaudit, tetapi arahnya dikuatkan data. Bengkulu: 143 SPPG melayani 373.879 penerima, menyerap 7.360 tenaga kerja, dan melibatkan 1.094 pemasok. Belanja beras, telur, ikan, ayam, sayur, buah, bumbu, dan logistik menggerakkan pasar rakyat serta UMKM. Di sini terlihat otentisitas ide Prabowo: menurut Hashim Djojohadikusumo, gagasan itu dipikirkan sejak 2006 dan jejaknya tampak dalam kampanye 2014. Kini Prabowo mengubah keprihatinan lama atas kekurangan gizi rakyat menjadi pelayanan harian.

Di sinilah kesimpulan Hanta harus diuji dengan disiplin statistik. Selisih antara yang ingin menghentikan MBG, 44,6 persen, dan yang ingin melanjutkan, 42,1 persen, hanya 2,5 poin. Selisih itu lebih kecil daripada margin of error 2,9 poin yang diumumkan Poltracking sendiri. Bahkan, selisih ketidakpuasan 49,2 persen dan kepuasan 46,4 persen hanya 2,8 poin. Artinya, temuan yang lebih hati-hati adalah opini publik sedang terbelah dalam rentang ketidakpastian sampling, bukan adanya mandat nasional yang tegas untuk menghentikan MBG. Lebih jauh, 44,6 persen bukan mayoritas karena tidak melewati 50 persen; masih ada 13,3 persen yang tidak memilih dua posisi tersebut. Menyederhanakannya menjadi kalimat “publik ingin MBG distop” adalah pembesaran retoris. Bukan kesimpulan statistik yang kokoh. Survei adalah termometer suhu opini, bukan palu hakim untuk mematikan kebijakan.

Pewarta: Dr Ramadhan Pohan, MIS *)
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.