DKI tegaskan komitmen ciptakan lingkungan sekolah aman bagi anak

DKI tegaskan komitmen ciptakan lingkungan sekolah aman bagi anak

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyama...

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.

"Tidak bisa hanya kedua perangkat daerah ini. Kami juga sangat membutuhkan dukungan dari para orang tua supaya mereka juga memantau perkembangan, pergaulan dari anak-anaknya," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Salah satu yang dilakukan, yaitu melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), yakni komunitas siswa dengan guru dan tenaga pendidikan.

"Jadi, kalau di antara mereka ada yang berpotensi, misalnya mempunyai masalah dengan teman pergaulannya, kemudian berpotensi mengganggu kesehatan mental, itu juga bisa menjadi salah satu kegiatan bagaimana PIK-R berperan," ujar Dwi.

Peran PIK-R pun diperkuat melalui pelatihan yang melibatkan para remaja, salah satunya pada Selasa (21/7). Dalam pelatihan tersebut, remaja dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam penguatan Program Generasi Berencana (GenRe), kesehatan reproduksi, serta optimalisasi peran PIK-R sebagai wadah edukasi, informasi, dan konseling bagi remaja.

Baca juga: PPAPP Jaktim gandeng sekolah-puskesmas cegah kekerasan anak sejak dini

Melalui pelatihan itu, remaja diharapkan mampu menjadi pendidik sebaya, konselor sebaya, sekaligus agen perubahan yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang positif di sekolah maupun masyarakat.

Selain melalui PIK-R, Dinas PPAPP DKI juga menyosialisasikan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang membatasi anak dari berbagai platform digital berisiko tinggi.

"Kami sosialisasi terus di berbagai forum. Gawai yang dipakai anak-anak supaya orang tua bisa mengerti cara memantau gawai anak atau memasang kunci keamanan di gawai anak," tutur Dwi.

Upaya tersebut, menurut dia, dilakukan agar anak-anak, khususnya di Jakarta, aman dan nyaman termasuk di dunia maya.

Baca juga: DKI dorong sekolah optimalisasi lahan untuk kegiatan kelola sampah

Baca juga: Pemprov DKI ingin kembangkan pameran tentang sampah di taman dan sekolah

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.