Dishut Kaltim intensifkan kesiapan operasional hadapi puncak kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur

Dishut Kaltim intensifkan kesiapan operasional hadapi puncak kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan kesiapsiagaan dan dukungan operasional bagi ribuan petugas serta relawan pemadam di lapangan guna menghadapi puncak kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi pada September mendatang.

Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim Rusmadi di Samarinda, Senin, menegaskan kelancaran logistik dan sarana prasarana yang memadai menjadi penentu efektivitas kerja tim gabungan pemadam kebakaran di garis depan.

"Untuk memastikan kelancaran tersebut, kami bakal memanfaatkan skema pendanaan karbon. Dinas Kehutanan sendiri mendapatkan alokasi dana Forest Carbon Partnership Facility sekitar Rp19 miliar, yang tentu diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan operasional petugas pengamanan hutan," katanya.

Penanganan darurat karhutla di daerah dengan sebutan "Benua Etam" itu, tidak hanya bertumpu pada personel Polisi Kehutanan (Polhut). Dishut Kaltim telah memobilisasi kekuatan akar rumput dengan melibatkan lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di berbagai wilayah rawan.

Untuk menjamin keselamatan dan ketangguhan para relawan saat berhadapan langsung dengan kobaran api, pemerintah telah memfasilitasi mereka dengan kelengkapan pelindung diri, mulai dari pakaian anti-api, topi pelindung, ketersediaan obat-obatan, hingga peralatan pendukung teknis lainnya.

Dalam menghadapi tantangan geografis dan mengering sumber air saat puncak kemarau, para petugas di lapangan menyiasati dengan menggunakan tandon lipat di area-area rawan kebakaran.

"Sementara untuk area yang tidak terjangkau oleh tim darat, akan dibantu menggunakan helikopter dari BPBD," katanya.

Langkah antisipatif yang masif ini diakselerasi setelah berkaca pada karhutla yang mulai bermunculan di sejumlah kawasan baru ini, salah satunya di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rusmadi menyebutkan kawasan Tahura IKN tersebut sudah dua kali mengalami kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Akan tetapi, api berhasil dipadamkan secara total berkat gerak cepat tim gabungan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tahura, KPH Meratus, Manggala Agni, serta BPBD kabupaten dan provinsi.

Berdasarkan evaluasi lapangan, penyebab utama kebakaran tersebut masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia.

"Masyarakat sekitar membuka lahan pertanian dengan cara membakar pada sore hari lalu meninggalkannya, sehingga sebaran api meluas," katanya.

Demi menekan risiko kejadian serupa terus berulang, Dishut Kaltim memperkuat sinergi pengamanan bersama TNI dan Polri, serta segera menggelar rapat koordinasi khusus penanganan karhutla di kantor gubernur guna merumuskan langkah penanggulangan lanjutan.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.