Disdik Palangka Raya imbau siswa cegah ISPA akibat karhutla
Disdik Palangka Raya imbau siswa cegah ISPA akibat karhutla
Senin, 10 Agustus 2026 18:16 WIB
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan. ANTARA/Adi Antara
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengimbau peserta didik mewaspadai berbagai gangguan kesehatan yang dapat muncul saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan Palangka Raya, Senin, mengatakan kondisi kabut asap akibat karhutla dapat memengaruhi kesehatan peserta didik, sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
"Peserta didik harus meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan seperti pilek, demam maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama ketika terjadi karhutla dan kualitas udara mulai menurun," kata Vico.
Dia juga meminta peserta didik, guru dan orang tua memperhatikan kondisi kesehatan anak, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Menurutnya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih dan beristirahat yang cukup juga penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
"Kalau ada peserta didik yang mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam atau gangguan pernapasan, segera disampaikan kepada guru dan orang tua agar dapat ditangani lebih lanjut," bebernya.
Vico menegaskan kesehatan peserta didik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama, sebab kondisi kesehatan yang terganggu dapat berdampak terhadap aktivitas belajar di sekolah.
Ia juga mengajak pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan sekolah serta memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama periode karhutla.
"Harapan kami seluruh warga sekolah tetap sehat dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Pencegahan harus dilakukan bersama, baik oleh sekolah, orang tua maupun peserta didik," demikian Vico.
Baca juga: Kemenkum Kalteng sambangi dua panti asuhan wujud semangat pengayoman untuk sesama
Baca juga: Omzet pedagang di Wisata Air Hitam Sebangau turun drastis dampak kemarau
Baca juga: Warga Karanggan semarakkan HUT ke-81 RI dengan lomba jalan sehat
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.