Dinsos Mimika: 20 anak ikut pelatihan keterampilan di Jawa - ANTARA News Papua Tengah

Dinsos Mimika: 20 anak ikut pelatihan keterampilan di Jawa - ANTARA News Papua Tengah

Timika (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengirim 20 anak untuk mengikuti proses pelatihan keterampilan selama enam bulan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kepala...

Timika (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengirim 20 anak untuk mengikuti proses pelatihan keterampilan selama enam bulan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika Yulita Kudiai di Timika, Jumat, mengatakan 20 anak yang dikirim tersebut merupakan anak-anak terlantar, putus sekolah dan disabilitas. 

"Kami sudah pelatihan bersama anak-anak yang hendak dikirim dan juga sudah asesmen. Saat ini kami menunggu surat dari yayasan yang ada di Jakarta dan Bogor yang nantinya menjadi tempat pelatihan keterampilan anak-anak ini," kata dia.

Tugas Dinas Sosial Mimika mengantar anak-anak ini menuju Kota Bogor dan Jakarta untuk mengikuti pelatihan keterampilan.

Jika seluruh proses administrasi selesai, ujar dia, dalam waktu dekat mereka diberangkatkan menuju ke dua kota tersebut.

"Dinas Sosial menanggung biaya perjalanan mereka pergi pulang dari Timika ke Jakarta dan juga dari Jakarta balik ke Timika setelah mengikuti proses pelatihan selesai. Untuk biaya anak-anak selama mengikuti proses pelatihan di sana nanti ditanggung oleh yayasan itu, yayasan itu telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan selama enam bulan anak -anak akan dilatih dan dibekali dengan berbagai keterampilan, seperti perbengkelan dan pertukangan sehingga mereka memiliki keahlian, sedangkan setelah kembali ke Timika dapat membangun usaha secara mandiri untuk menata masa depan menjadi lebih baik.

"20 anak yang dikirim ini dari berbagai suku di Mimika. Anak-anak yang dikirim batas umurnya 18 tahun ke bawa. Di sana mereka harus belajar sungguh-sungguh sehingga ketika mereka selesai belajar dan kembali apa yang telah mereka pelajari ini harus dikembangan di sini. Tugas kami Dinas Sosial mengirim mereka untuk belajar di sana setelah mereka kembali ke sini mereka kembali ke keluarga memulai usaha dengan keahlian yang mereka miliki," ujarnya.

Ia mengatakan program ini bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang dilaksanakan setiap tahun, di mana Dinas Sosial mengirim anak-anak putus sekolah, terlantar, dan disabilitas untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan kemampuan diri, sesuai dengan bakat masing-masing.

"Tahun lalu kami kirim ke Makassar dan setelah kembali banyak yang berhasil juga, ada yang saat ini berhasil menjadi tukang," ujarnya.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.