Dinkes Palangka Raya siapkan 11 ruang oksigen cegah dampak kabut asap

Dinkes Palangka Raya siapkan 11 ruang oksigen cegah dampak kabut asap

Dinkes Palangka Raya siapkan 11 ruang oksigen cegah dampak kabut asap

Selasa, 25 Agustus 2026 16:20 WIB

Image Print

Ilustrasi. Ruang Oksigen. (ANTARA/Rendhik Andika.)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan di Palangka Raya, Sabtu mengatakan bahwa fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara di wilayah setempat memburuk.

"Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik," katanya.

Sebanyak 11 puskesmas tersebut yakni Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.

Riduan mengatakan, selain menyiapkan 11 ruang oksigen, pihaknya juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan guna memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.

"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ISPA sebagai salah satu dampak yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

Berdasarkan data pemantauan pada 20 Agustus 2026 lalu, Dinkes Palangka Raya mencatat 136 kasus ISPA yang ditangani di 11 puskesmas di Kota Palangka Raya.

Kasus tersebut antara lain tercatat di Puskesmas Pahandut 26 kasus, Kayon 21 kasus, Bukit Hindu 19 kasus, Kereng Bangkirai 17 kasus, Menteng 14 kasus, Jekan Raya dan Tangkiling masing-masing 13 kasus, Panarung lima kasus, Marina empat kasus, Rakumpit dua kasus dan Puskesmas Kalampangan dua kasus.

Riduan mengatakan data kasus ISPA terus diperbarui setiap hari melalui laporan dari seluruh puskesmas. Data tersebut kemudian menjadi bahan pemantauan pemerintah daerah dan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan provinsi.

"Data kasus ISPA kami pantau dan laporkan setiap hari. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, terutama di tengah potensi memburuknya kualitas udara," katanya.

Selain mengandalkan fasilitas kesehatan, Riduan mengajak masyarakat turut berperan menjaga kesehatan selama kualitas udara kurang baik. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Ia juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki keluhan pernapasan agar lebih berhati-hati ketika terjadi peningkatan kabut asap.

"Kami berharap seluruh warga Kota Palangka Raya bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan," demikian Riduan.

Baca juga: BPBD catat 428,46 hektare lahan di Palangka Raya terbakar

Baca juga: Turnamen Hotelier Palangka Raya wadahi bakat dan kebersamaan pekerja hotel

Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat penanganan karhutla

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.