Dinkes Kuningan mengintegrasikan CKG dengan skrining TBC perluas temuan - ANTARA News Jawa Barat
Kuningan (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan skrining tuberkulosis (TBC) untuk memperluas penemuan kasus penyakit tersebut di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kuningan Denny Mustafa mengatakan integrasi CKG dengan pemeriksaan TBC, telah dilakukan sejak April 2026 dengan dukungan satu unit rontgen bergerak.
"Sejak April, CKG di Kabupaten Kuningan terintegrasi dengan pemeriksaan TBC. Kami mendapat fasilitas rontgen mobile yang dibawa ke berbagai lokasi pelaksanaan CKG," kata Denny di Kuningan, Selasa.
Hingga Juli 2026, kata dia, sebanyak 307.515 orang atau 24,87 persen dari masyarakat di Kuningan telah mengikuti CKG, sedangkan target pemeriksaan ditetapkan mencapai 46 persen.
Denny mengatakan sebagian besar pelaksanaan CKG kini disertai pemeriksaan rontgen bagi peserta, yang menunjukkan gejala atau indikasi TBC untuk mempercepat proses penemuan kasus.
"Begitu ditemukan ada gejala TBC, langsung dilakukan pemeriksaan rontgen. Dengan integrasi ini, cakupan TBC maupun CKG sama-sama meningkat," ujarnya.
Ia menyampaikan pada periode April-Juli 2026, skrining TBC telah menjangkau 12.019 orang dan menemukan 3.754 orang yang masuk kategori terduga TBC.
Pihaknya mendata dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang telah terkonfirmasi TBC, sementara capaian enrollment TBC tercatat 64 orang, sedangkan orang yang memenuhi syarat menerima terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) mencapai 229 orang.
"Adapun jumlah orang yang telah memulai TPT sebanyak 102 orang dengan yield TBC tercatat sebesar 2,54 persen pada periode tersebut," katanya.
Denny mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pemeriksaan TBC melalui CKG cukup tinggi, terutama setelah mengetahui tersedia layanan rontgen gratis di lokasi pemeriksaan.
"Begitu mendengar ada pemeriksaan rontgen, masyarakat cukup antusias. Bahkan ketika mengetahui desa lain mendapat layanan tersebut, mereka menunggu kapan pemeriksaan gratis dilakukan di desanya," katanya.
Ia menuturkan untuk anak-anak, pemeriksaan TBC dapat dilakukan melalui tes mantoux, sedangkan orang dewasa dapat menjalani pemeriksaan rontgen atau tes cepat molekuler (TCM) melalui pemeriksaan dahak.
Denny memastikan pengobatan TBC bagi pasien yang dinyatakan positif tersedia secara gratis melalui puskesmas, sehingga pasien dari rumah sakit akan diarahkan kembali ke puskesmas untuk menjalani pengobatan dan pemantauan.
Ia menjelaskan pengobatan TBC minimal berlangsung enam bulan sehingga pasien harus disiplin mengonsumsi obat. Puskesmas juga menunjuk pengawas minum obat (PMO) untuk memastikan pengobatan berjalan dan tidak terputus.
“Saat ini Pemkab Kuningan sedang menyiapkan peraturan bupati tentang penanggulangan TBC. Penyusunan naskah akademik dilakukan bersama Universitas Padjadjaran sebagai dasar penyusunan kebijakan tersebut,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.