Cegah Kebakaran Terulang, Pengelola TN Way Kambas Harus Utamakan Langkah Pencegahan Dini
AKURAT.CO Pengelola Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, harus mengubah strategi penanganan kebakaran dengan mengutamakan langkah pencegahan dini. Langkah ini harus jadi prioritas utama, dibandingkan menunggu kebakaran terjadi.
Way Kambas merupakan habitat penting bagi sejumlah satwa dilindungi, termasuk gajah, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Kawasan tersebut juga berstatus ASEAN Heritage Park, sehingga memiliki nilai ekologis dan konservasi yang sangat strategis.
Dengan demikian, Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, menilai perlunya perubahan pola penanganan karthutla dengan pendekatan pemadaman setelah kejadian menjadi pencegahan sejak dini.
Baca Juga: Puan Minta Penanganan Karhutla Satu Kendali: Keselamatan Warga Jadi Prioritas
"Hari ini kita lihat langsung. Prinsipnya harus kita balik. Jangan 'padam setelah terjadi', tapi 'cegah duluan'. Karena mencegah itu jauh lebih murah, lebih cepat, dan menyelamatkan nyawa satwa dan manusia," kata Firman, Jumat (4/9/2026).
Dia mencontohkan di China, pola penanganan karhutla dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Terdapat tiga langkah yang dilakukan, yakni mencegah sejak awal, mendeteksi kebakaran secara cepat, dan bergerak bersama ketika api membesar.
Pertama, pencegahan dilakukan dengan memperketat larangan pembukaan lahan menggunakan api, meningkatkan edukasi masyarakat di desa penyangga, serta memperkuat sekat bakar dan Kampung Siaga Karhutla.
Kedua, deteksi dini perlu diperkuat melalui pemasangan kamera pemantau selama 24 jam dan penggunaan drone untuk menemukan titik api sedini mungkin. Ketiga, ketika kebakaran membesar, penanganan harus dilakukan secara terpadu melalui pengerahan kekuatan dari darat dan udara.
"Kuncinya cuma tiga: cegah duluan, deteksi cepat, dan bergerak bareng. Ini yang harus segera kita terapkan di Way Kambas," ujar Firman.
Selain pencegahan kebakaran, dia juga menyoroti aspek keselamatan satwa apabila terjadi karhutla di kawasan TN Way Kambas.
Baca Juga: Karhutla Kembali Mengganas, Hotspot di Kalbar Tembus 859 Titik
Dia meminta pengelola taman nasional memastikan ketersediaan jalur evakuasi satwa, embung air di zona inti, serta standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan apabila gajah, badak, maupun harimau terdampak asap dan kebakaran.
Pihaknya memastikan Komisi IV DPR RI akan mengawal kebutuhan tambahan anggaran untuk memperkuat sarana dan prasarana pencegahan serta deteksi dini karhutla di TN Way Kambas dalam pembahasan APBN.
"Way Kambas ini ASEAN Heritage Park. Ini rumah terakhir Badak Sumatera. Kalau Way Kambas terbakar, kita kehilangan warisan dunia. Negara wajib hadir penuh di sini," tegasnya.