Pemkot Semarang segera evaluasi pemeliharaan RTH cegah pohon tumbang

Pemkot Semarang segera evaluasi pemeliharaan RTH cegah pohon tumbang

Pemkot Semarang segera evaluasi pemeliharaan RTH cegah pohon tumbang

Jumat, 4 September 2026 20:59 WIB

Image Print

Petugas dari Pemerintah Kota Semarang membersihkan potongan pohon yang tumbang di Jalan Pandanaran, Semarang, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang segera mengevaluasi pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) menyusul tumbangnya sebuah pohon di Jalan Pandanaran, Semarang, Jumat, yang menyebabkan dua korban jiwa.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Jumat, telah menginstruksikan evaluasi menyeluruh dan penguatan mitigasi terhadap pohon rawan di seluruh wilayah.

"Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal," katanya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) akan memperkuat sistem pemeliharaan dengan teknologi "tree scanning" untuk memindai kondisi dalam batang hingga perakaran.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

"Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," pungkasnya.

Seiring dengan kejadian pohon tumbang yang mengakibatkan korban tewas, Agustina menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf kepada korban serta keluarga.

"Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami," katanya.

Ia memastikan Pemkot Semarang memberikan pendampingan penuh dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan korban.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan bahwa pemeliharaan dan pemangkasan pohon di Jalan Pandanaran sebenarnya sudah dilakukan secara rutin.

Berdasarkan data, kata dia, pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari deteksi dini pohon berisiko.

Namun, kata dia, hasil investigasi awal menunjukkan pohon tumbang tersebut dipicu oleh kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan perakaran.

"Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa," kata Pipie, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan Disperkim terus bekerja maksimal dalam melakukan perempelan serta pemotongan pohon rawan di seluruh wilayah Semarang.

Jika ditemukan pohon yang kondisinya rusak dan berpotensi tinggi untuk tumbang, kata dia, tindakan tegas langsung diambil.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.