Bupati Kobar ajak perangi Narkoba dan LGBT di kalangan generasi muda

Bupati Kobar ajak perangi Narkoba dan LGBT di kalangan generasi muda

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah mengajak seluruh pemangku kepentingan dan Forum Komunikasi dan Pimpindan Daerah (forkompinda) di wilayah setempat, ANTARA News kalteng 1 ...

Bupati Kobar ajak perangi Narkoba dan LGBT di kalangan generasi muda

Senin, 13 Juli 2026 17:09 WIB

Image Print

Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Selasa (7/7/2026). ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah mengajak seluruh pemangku kepentingan dan Forum Komunikasi dan Pimpindan Daerah (forkompinda) di wilayah setempat, agar bersama sama memerangi penyakit masyarakat.

Salah satunya penyakit yang perlu dihindari adalah penggunaan dan peredaran narkoba, kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.

"Itu penyakit yang sangat merusak mental, akhlak dan juga masa depan anak-anak generasi muda kita," tambahnya.

Dalam memerangi hal tersebut, Nurhidayah meminta kepada pihak-pihak sekolah, untuk memberikan edukasi serta pemahaman kepada peserta didik di wilayah Kobar.

"Selain edukasi dan pemahaman, pentingnya memberikan eskul yang produktif terhadap anak-anak kita, agar mereka ini tidak terbayang oleh hal-hal negatif yang dapat merusak dirinya sendiri," ucapnya.

Ia menilai, situasi dan efek media sosial saat ini sangat luar biasa, karena semua nya di pertontonkan di sana. Bahkan anak di bawah umur juga bisa mengonsumsi tampilan di media sosial tersebut.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu pun menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Terutama bagi anak-anak pada jenjang Sekolah Menang Pertama (SMP), yang di nilai ini sangat rentan.

"Karena sedang memasuki fase transisi yang krusial dan di jenjang tersebut anak-anak dalam masa penemuan jati diri serta pembentukan karakter diri,"kata Nurhidayah.

Selain Narkoba, menurut Bupati Kobar itu, penyakit LGBT juga menjadi ancaman bagi generasi muda, penyakit tersebut tidak terlihat di permukaan. Di mana penyakit ini masuk dalam soal kesehatan mental dan ini harus ada penekanan dan arahan.

Penyakit tersebut juga telah di tetapkan sebagai ancaman non-militer yang membahayakan ketahanan nasional pada peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara (2025-2029).

Dia mengungkapkan, bahwa anak-anak muda kobar merupakan pemegang tumpuk kepemimpinan daerah di masa depan. Untuk itu, generasi muda harus menjaga pergaulan dan lebih fokus untuk masa depan yang lebih baik, serta patuhi aturan yang berlaku di sekolah.

Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.