Bulog Kalteng optimalkan pasokan beras ke pasar dan ritel jaga stabilitas harga

Bulog Kalteng optimalkan pasokan beras ke pasar dan ritel jaga stabilitas harga

Bulog Kalteng optimalkan pasokan beras ke pasar dan ritel jaga stabilitas harga

Sabtu, 5 September 2026 16:06 WIB

Image Print

Bulog Kalteng melaksanakan operasi pasar di Pasar Kahayan Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Bulog

Palangka Raya (ANTARA) - Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan penyaluran beras ke pasar rakyat dan jaringan ritel sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga di tingkat konsumen.

"Pasokan beras yang disalurkan kepada masyarakat terdiri atas beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras komersial," kata Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana di Palangka Raya, Sabtu.

Ia menyebutkan penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah sejak Maret hingga 4 September 2026 telah mencapai lebih dari 6.649 ton atau sekitar 78,51 persen dari target penyaluran sepanjang 2026 sebanyak lebih dari 8.469 ton.

Sementara itu, penyaluran beras komersial hingga 4 September 2026 telah mencapai lebih dari 2.326 ton.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Bulog Kalteng menyediakan beras medium SPHP dengan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp77.000 per kemasan lima kilogram.

Erwin mengatakan penguatan distribusi dilakukan dengan memperluas penyaluran ke berbagai saluran pemasaran, termasuk pasar rakyat dan jaringan ritel, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh beras dengan harga yang wajar. Sementara itu tercatat saat ini total ketersediaan beras yang dimiliki Bulog Kalteng adalah sekitar 15.435 ton.

Baca juga: Pemprov Kalteng sudah salurkan 233.250 liter air bantu warga saat kemarau

Lebih lanjut dia mengatakan berbagai langkah yang dilakukan sejalan dengan instruksi Perum Bulog yang mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan pasar secara serentak, guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali.

Monitoring secara langsung di lapangan menjadi langkah preventif untuk mengetahui dinamika harga maupun potensi gangguan pasokan sehingga dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin.

Secara nasional, kondisi stok beras pemerintah juga dinilai cukup kuat. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan Bulog di seluruh Indonesia.

Sementara itu, penyaluran beras SPHP periode 2026 hingga 5 September 2026 telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

Kekuatan stok tersebut memberikan ruang bagi Bulog untuk terus melakukan intervensi pasar secara terukur, terutama ketika terjadi tekanan harga atau peningkatan kebutuhan masyarakat.

Selain beras SPHP, Bulog juga mendorong penguatan pasokan beras premium dan sejumlah komoditas pangan lainnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Penguatan distribusi, operasi pasar, serta pengawasan kondisi pasar secara serentak menjadi instrumen Bulog dalam memperbesar pasokan di tingkat konsumen ketika terjadi tekanan harga.

Baca juga: ASN Pemprov Kalteng berjibaku dukung penanganan karhutla

Baca juga: Gubernur Kalteng bantu langsung penanganan karhutla

Baca juga: Gubernur Kalteng pantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.