BPBD NTT: 4.914 rumah di Ngada rusak akibat gempa
BPBD NTT: 4.914 rumah di Ngada rusak akibat gempa
Kamis, 20 Agustus 2026 18:14 WIB
Arsip - PT TASPEN menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat hingga Kamis (20/8) sebanyak 4.914 rumah di Kabupaten Ngada mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8).
“Kerusakan rumah di Kabupaten Ngada tersebar di 12 kecamatan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani dalam keterangannya di Kupang, Kamis.
Selain rumah, gempa juga menyebabkan kerusakan pada satu perkampungan (Kampung Dhokudou/Tololela, Desa Manubhara), 12 titik ruas jalan, 55 kantor pemerintahan, 41 fasilitas kesehatan, enam fasilitas kesehatan hewan, 85 satuan pendidikan, dan 32 rumah ibadah.
Mahadin mengatakan gempa tersebut juga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 43 orang luka-luka.
Dari jumlah korban luka, sebanyak 16 orang mengalami luka berat, tiga luka sedang dan 24 luka ringan.
“Korban telah ditangani oleh petugas kesehatan,” kata dia.
Selain itu, sebanyak 2.551 jiwa dari 1.425 kepala keluarga juga mengungsi di 81 titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Riung sebanyak 67 titik, Bajawa dua titik dan Aimere 12 titik.
Adapun Pemerintah Kabupaten Ngada telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 30 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2026.
Untuk penanganan darurat, tim BPBD terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak tinggal di dalam rumah dan menjauhi daerah rawan longsor.
Masyarakat di wilayah pesisir juga diimbau mengungsi sementara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.
Selain itu, penyaluran bantuan logistik dan sembako telah dilakukan di tiga kecamatan, yakni Riung, Riung Barat dan Aimere.
Mahadin mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati apabila masih terjadi gempa susulan.
“Hingga saat ini penanganan sudah dilakukan dan pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan dampak gempa di Kabupaten Ngada,” kata dia.
Sebelumnya, Selasa (18/8), PT TASPEN (Persero) menyalurkan 400 paket sembako dan berbagai kebutuhan senilai Rp155 juta bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, khususnya di wilayah Riung, Kabupaten Ngada, melalui Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) di Kota Kupang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD NTT catat 4.914 rumah di Ngada rusak akibat gempa Flores
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.