BP Batam tangani 29 titik banjir lewat perbaikan infrastruktur
BP Batam tangani 29 titik banjir lewat perbaikan infrastruktur
Jumat, 28 Agustus 2026 09:52 WIB
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto meninjau sejumlah titik infrastruktur di Batam, Kepri, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/HO-BP Batam)
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menangani 29 titik banjir di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melalui berbagai pekerjaan perbaikan dan peningkatan infrastruktur drainase.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam Sthefani Barlian mengatakan penanganan tersebut mencakup sejumlah pekerjaan konstruksi, pemeliharaan dan normalisasi drainase hingga pembuatan bangunan pelintas.
“Sebanyak 29 titik banjir sudah ditangani melalui berbagai pekerjaan infrastruktur,” kata Sthefani saat dihubungi di Batam, Jumat.
Ia menjelaskan, terdapat 15 paket pekerjaan konstruksi yang menjadi bagian dari penanganan tersebut.
“Beberapa di antaranya yang sudah selesai seperti peningkatan drainase di kawasan Melcem Batu Ampar, peningkatan saluran drainase Simpang Kabil, pembangunan jembatan Jalan Raja Ali Kelana, serta peningkatan saluran drainase antara Cendana dan KDA,” kata dia.
Selain itu, terdapat tiga paket pemeliharaan dan normalisasi drainase, di antaranya di kawasan Simpang Helm dan Kampung Mangga melalui pembangunan box culvert crossing.
BP Batam juga memiliki satu paket dengan konsep kontrak payung untuk pembangunan drainase dan bangunan pelintas di kawasan yang menjadi wilayah kerja BP Batam. Salah satu pekerjaan dalam paket tersebut yakni pembangunan bangunan pelintas di Kampung Jabi.
“Penanganan titik genangan pada dasarnya merupakan bagian dari pembenahan sistem drainase secara menyeluruh. Karena itu, penyelesaian setiap titik genangan perlu mempertimbangkan keseluruhan sistem yang memengaruhi aliran air di kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian penanganan membutuhkan proses bertahap dan tidak selalu dapat diselesaikan dalam satu pekerjaan.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto mengatakan evaluasi kondisi lapangan terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi aktual setiap kawasan.
“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.