Bontang Sabet Apresiasi Pemda Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

Bontang Sabet Apresiasi Pemda Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

Balikpapan, CNN Indonesia --

Kota Bontang di Kalimantan Timur meraih Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch Regional Kalimantan kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri untuk tingkat Kota.

Pemberian penghargaan itu berlangsung di Hotel Platinum, Balikpapan, Kalimantan Timur Kamis (2/9). Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung dan menerima penghargaan tersebut.

Dalam kategori ini, terbaik II diraih oleh Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan terbaik III diraih Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavia.

Terbaik III mendapat apresiasi dari Kemendagri sebesar Rp1 miliar, Terbaik II Rp1,5 Miliar dan Terbaik I mendapat Rp2 Miliar.

Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, kinerja pemerintah daerah yang dinilai yakni pengelolaan sampah terpadu dan peningkatan kualitas lingkungan hidup demi menciptakan ruang publik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Inovasi daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi juga kunci utama untuk menghadirkan ruang hidup yang sehat bagi warga.

Acara ini merupakan gelaran Kementerian Dalam Negeri yang menunjuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi penyelenggara.

Acara penghargaan tersebut merupakan apresiasi Kemendagri untuk pemerintah daerah yang berhasil menjalankan sejumlah program terkait kebutuhan dasar masyarakat.

Kebutuhan dasar itu mencakup layanan dan kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga perumahan.

Empat indikator itu juga sejalan dengan prioritas presiden. Sebagai pembina dan pengawas Pemda, Kemendagri merasa perlu mendorong pemerintah daerah untuk mencapai program kebutuhan masyarakat.

Rektor IPDN Halilul Khairi mengatakan pemberian penghargaan itu berdasarkan fakta dan capaian dari pemerintah daerah.

"Dengan pemilihan penghargaan ini, mungkin bisa mereka gunakan untuk menyampaikan kepada rakyat bahwa saya sudah melakukan sesuatu dan saya sudah mendapatkan penghargaan," ujar Halilul pada Rabu (2/9), usai meninjau lokasi acara.

Meski demikian, dia menekankan bahwa apresiasi tersebut seharusnya menjadi pemicu bagi Pemda yang meraih penghargaan untuk melakukan yang terbaik, bukan merasa cukup atau final.

"[Yang] mendapat penghargaan ini bukan berarti mereka sampai titik final. Ini hanyalah pemicu," kata dia.

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan rencananya dihadiri para kepala daerah dari seluruh wilayah Kalimantan.

Acara ini juga melibatkan lima gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi se-Kalimantan, serta para bupati dan wali kota.

Agenda kegiatan juga mencakup rapat koordinasi (rakor) Forkopimda provinsi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Rakor ini diharapkan bisa memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan.

(sur/sur)