BKHIT Kepri dan TNI AL temukan bawang impor ilegal masuk Natuna

BKHIT Kepri dan TNI AL temukan bawang impor ilegal masuk Natuna

Natuna (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau dan TNI AL menemukan komoditas bawang impor ilegal yang masuk ke Kabupaten Natuna.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Natuna, Iwan Setiawan, di Natuna, Rabu, mengatakan bawang tersebut masuk melalui jalur laut menggunakan transportasi domestik, yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara (BN) 01 atau kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro), pada Rabu sore.

Selain bawang, petugas juga menemukan sejumlah komoditas lain, seperti cabai kering, ikan bilis, buah apel, pir, anggur, wortel, serta produk olahan daging. Komoditas tersebut ditahan karena tidak dilengkapi dokumen yang jelas.

Komoditas tersebut, kata dia, telah diamankan ke Kantor Satuan Pelayanan Natuna, untuk ditindaklanjuti.

"Untuk jumlahnya masih kita hitung. Sementara, jumlah bawang merah ada ratusan karung," ucapnya.

Iwan menjelaskan, penemuan tersebut dilakukan dalam operasi bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai.

Operasi dilakukan dalam rangka menciptakan ketertiban dan pencegahan masuk nya media pembawa hewan, ikan dan tumbuhan yang tanpa di laporkan dan di lengkapi dokumen karantina sebagai persyaratan lalu lintas produk tersebut.

Dalam operasi tersebut, lanjut dia, Lanal Ranai mengerahkan sejumlah prajurit dan kendaraan untuk mengangkut komoditas yang diamankan.

Atas capaian tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Lanal Ranai yang telah berperan sehingga capaian tersebut dapat terwujud.

"Barang-barang ini dibawa menggunakan kapal dan dimuat dalam lori. Lori yang kita periksa ada sekitar empat unit," katanya.

Baca juga: Bea Cukai-Polda Kepri ungkap praktik perjokian balpres di Batam

Baca juga: Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia

Petugas saat memeriksa dokumen barang yang dibawa salah satu truk di Pelabuhan Penangi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (26/8/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Sementara itu, Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto mengatakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) siap membantu instansi mana pun dalam menindak berbagai bentuk pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Natuna.

Menurut dia, sinergi antarlembaga diperlukan untuk mencegah dan menindak masuknya barang-barang ilegal yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat. TNI AL, kata dia, tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kegiatan yang melanggar hukum.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap jalur laut akan terus dilakukan, mengingat wilayah Natuna memiliki sejumlah akses yang dapat dimanfaatkan untuk memasukkan barang tanpa dokumen resmi.

"Kita harap ini menjadi pelajaran bagi berbagai pihak agar tidak lagi melakukan kegiatan yang melanggar hukum," ujarnya.

Baca juga: Disperindag Kepri: Batam jadi target pengawasan Satgas Impor Ilegal

Baca juga: PSDKP Batam segel empat ton ikan impor ilegal dari Malaysia

Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.