BI perkirakan inflasi di Lampung terjaga hingga akhir tahun 2026

BI perkirakan inflasi di Lampung terjaga hingga akhir tahun 2026

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung hingga akhir tahun 2026 akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5 plus minus satu persen dari tahun per tahun.

"Ke depan, BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5 plus minus satu persen dari tahun per tahun pada akhir tahun 2026," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan namun ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, serta di mitigasi yakni dari sisi inflasi inti yang bersumber dari tingginya volatilitas harga emas global, potensi penguatan harga CPO atas adanya kenaikan harga minyak nabati global dan risiko penurunan produksi akibat El Nino.

Kemudian berlanjutnya pembatasan ekspor gula India yang berisiko mengganggu pasokan gula rafinasi industri penggilingan lokal, dan kenaikan harga komponen chip global di tengah penguatan dolar AS yang berpotensi meningkatkan harga barang elektronik.

"Dari sisi inflasi bahan makanan bergejolak atau volatile food, risiko yang perlu dicermati meliputi meningkatnya kejadian kebakaran hutan serta lahan, dan penguatan El Nino yang berisiko mengganggu produksi tanaman pangan serta hortikultura. Lalu panen gadu yang belum optimal serta peningkatan harga gabah kering panen berpotensi menaikkan biaya bahan baku penggilingan dan harga beras," ujar dia.

Lalu adanya persaingan pembelian gabah oleh agen luar Lampung yang berisiko mendorong arus keluar gabah dan mengurangi pasokan penggilingan lokal, serta kondisi cuaca maritim dan gelombang yang tidak menentu yang berisiko membatasi pasokan ikan. Sementara harga daging sapi tetap menghadapi risiko kenaikan biaya distribusi seiring peningkatan harga energi dunia.

"Sementara itu dari sisi inflasi harga yang diatur pemerintah ada risiko yang perlu diwaspadai meliputi potensi kenaikan harga BBM seiring peningkatan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik dan penurunan stok minyak mentah AS, risiko gangguan distribusi LPG 3 kilogram yang tetap perlu dicermati, meskipun kuota LPG 3 kilogram Lampung tahun 2026 meningkat," katanya menambahkan.

Dia melanjutkan adanya perkembangan inflasi di Agustus maka pihaknya Bersama TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung inflasi di wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Agustus 2026 meliputi Kabupaten Lampung Timur memiliki IHK 114,62 inflasi tahun per tahun 2,90 persen, Kabupaten Mesuji IHK 117,19 inflasi tahunan 3,50 persen.

Kemudian Kota Bandarlampung jadi daerah dengan inflasi tertinggi dengan inflasi tahunan sebesar 3,86 persen dan IHK 110,69, dan Kota Metro inflasi tahunan 3,38 persen dengan IHK 110,68.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.