Bea Cukai Jambi dukung ekspor perdana RBD palm olein ke Malaysia - ANTARA News Jambi

Bea Cukai Jambi dukung ekspor perdana RBD palm olein ke Malaysia - ANTARA News Jambi

Jambi (ANTARA) - Bea Cukai Jambi mendukung ekspor perdana komoditas RBD palm olein sebanyak 6.000 ton ke Malaysia oleh salah satu eksportir di daerah itu.

"Kami mendukung penuh ekspor RBD palm olein perdana oleh PT Kurnia Tunggal Nugraha setelah perusahaan tersebut resmi memperoleh fasilitas Kawasan Berikat," kata Kepala Kantor Bea Cukai Jambi Dafit Kasianto, di Jambi Selasa.

Ekspor perdana RBD Palm Olein --merupakan fraksi cair yang dihasilkan dari penyaringan lanjutan (fraksinasi) dari RBD Palm Oil-- tersebut merupakan momentum menandai babak baru optimalisasi fasilitas fiskal di daerah.

"Hari ini yang kita lepas, bukan sekadar ekspor. Namun bagi Bea Cukai Jambi, ini menjadi awal untuk melihat apakah fasilitas yang diberikan negara benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih besar," katanya.

Ia menjelaskan fasilitas Kawasan Berikat merupakan instrumen fiskal pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh kemudahan kepabeanan berupa penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor atas pemasukan bahan baku untuk diolah, dirakit, atau digunakan untuk tujuan ekspor.

Meski PT Kurnia Tunggal Nugraha telah lama memiliki aktivitas produksi, status Kawasan Berikat diyakini mampu mendongkrak efisiensi proses bisnis secara menyeluruh serta membuka ruang ekspansi yang lebih luas.

Dalam menjalankan fungsi pelayanan, Bea Cukai memegang prinsip keseimbangan antara fasilitasi perdagangan dan pengawasan.

"Peran kami ada dua, dan keduanya harus berjalan bersamaan, melayani sekaligus mengawasi. Kami memberikan kemudahan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan, tetapi pengawasan, IT inventory, administrasi, dan akuntabilitasnya juga harus tetap kuat," kata Dafit.

Dia juga menegaskan keberhasilan pemberian fasilitas fiskal bukan sekadar administratif, melainkan dampak nyata bagi perekonomian regional.

"Fasilitas bukan tujuan akhir. Fasilitas harus menjadi economic enabler, mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi Jambi, dengan pengawasan yang tetap kuat," ujarnya.

Ekspor perdana melalui Kawasan Berikat tersebut menjadi indikator positif iklim investasi di Provinsi Jambi sekaligus mendukung percepatan program hilirisasi industri nasional.

"Harapan kami, ekspor hari ini bukan menjadi titik akhir, tetapi titik awal. Industri tumbuh, ekspor meningkat, lapangan kerja bertambah, ekonomi Jambi bergerak dan semuanya tetap dalam tata kelola dan pengawasan yang baik," katanya.

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.