Bahlil Akan Lobi Pramono Anung soal Bus Hidrogen untuk TransJakarta
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 21 Juli 2026, 19:20 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mendorong penggunaan bus hidrogen.
AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang pemanfaatan bus berbahan bakar hidrogen untuk transportasi umum di Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Bahlil menanggapi usulan PT PLN (Persero) yang menyatakan kesiapan mendukung kehadiran bus hidrogen setelah infrastruktur pengisian hidrogen (hydrogen refueling station) tersedia.
Bahlil bakal membuka komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung guna mendorong implementasi kendaraan berbasis hidrogen di Indonesia.
Baca Juga: Bahlil: Tahap Awal Impor Minyak Rusia Sudah Dimulai Lewat Lemigas
"Nah tadi apa yang disampaikan oleh Pak Darmawan tentang bus, saya coba komunikasikan dengan Pak Gubernur DKI untuk memanfaatkan," kata Bahlil dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Adapun, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan mendukung pengembangan transportasi berbasis hidrogen di Indonesia.
Saat ini, infrastruktur pengisian hidrogen (hydrogen refueling station) dan pasokan hidrogen telah tersedia, sementara pengadaan armada bus hidrogen masih menunggu arahan pemerintah.
Darmawan mengatakan, pengembangan ekosistem hidrogen nasional kini memasuki tahap penyediaan kendaraan.
"Jadi kalau hidrogen refueling station, itu sudah ada, dan siap pakai, tapi mobilnya belum ada. Nah, tadi Prof. Eniya ngumpulin dirut PLN dengan wadirut Pertamina. Beliau tanya, mana busnya? Belum ada. Ya, kita tunggu perintah arahan dari Pak Menteri,” ujar Darmawan.
Darmawan menuturkan, PLN telah berdiskusi dengan sejumlah produsen otomotif terkait penyediaan bus hidrogen, termasuk Toyota serta beberapa pabrikan dari Jerman dan China.
Baca Juga: Bahlil: Cadangan BBM Nasional di Atas Standar Minimum, Pasokan Aman
Ia bahkan mengusulkan agar bus hidrogen nantinya dimanfaatkan sebagai armada TransJakarta melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Barangkali Bapak (Menteri ESDM) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu Transjakarta. Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya, refueling stationnya sudah ada, hidrogennya sudah ada,” tuturnya.