Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang Kendaraan di Banjarbaru, Lalin Macet

Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang Kendaraan di Banjarbaru, Lalin Macet

Jakarta, CNN Indonesia --

Kabut asap tebal imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan termasuk daerah Liang Anggang, Banjarbaru.

Asap membuat jarak pandang terbatas dan mengganggu aktivitas warga. Kejadian ini terekam oleh video amatir dari seorang warga setempat, Rabu (19/8) pukul 08.42 WIta.

Dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, terlihat asap tebal yang mengganggu pandangan membuat sejumlah kendaraan terpaksa berjalan perlahan dan menyebabkan kemacetan panjang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdengar pula suara sirine dari sejumlah mobil ambulans yang sedang lewat. Belum diketahui tujuan rombongan ambulans tersebut.

Sementara beberapa truk besar dan bus juga terlihat mencoba tetap jalan di tengah kepulan asap.

Pilihan Redaksi

  • Palangka Raya Dikepung Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Terbatas
  • Karhutla Gunung Arjuno-Welirang di Jatim, 3 Titik Api Terdeteksi
  • Asap Karhutla Kalsel Begitu Pekat, Polisi Gelar Salat Istisqa

Diberitakan Detik.com, asap tebal akibat Karhutla juga telah berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Sebanyak 12 penerbangan terdampak akibat jarak pandang yang terganggu kabut asap.

Kalimantan Selatan memang termasuk ke dalam daftar enam provinsi paling rawan terjadi Karhutla dari pemerintah.

"Kemudian dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi, juga muncul di daerah lain di luar yang enam. Kalau yang enam kita pantau dengan ketat," ujar Menko Polkam Djamari Chaniago, Senin (10/8).

Selain Kalimantan Selatan, terdapat pula provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang masuk ke dalam daftar ini.

Sebagai upaya menjaga kelembapan lahan untuk mencegah Karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dilaporkan telah melakukan upaya pembasahan kawasan hutan lindung di Jalan Makmur, Banjarbaru.

"Upaya tersebut diperkuat dengan pengarahan 53 personal PUPR Kalsel yang ditempatkan di posko Karhutla kawasan Hutan Lindung Jalan Makmur untuk mengoperasikan peralatan dan memastikan suplai air bagi kegiatan pembasahan bersama Dinas Kehutanan," ujar Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas PUPR Provinsi Kalsel Herry Ade Permana dikutip Antara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang telah mencapai kategori Berbahaya atau sangat tidak sehat, Rabu (19/8) pagi.

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 dilaporkan mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut.

BMKG melaporkan bahwa kejadian ini berkaitan dengan kondisi asap karhutla di sekitar wilayah terdampak dan diperparah dengan kondisi kering yang membuat partikulat dan asap lebih mudah bertahan di udara. Masyarakat diimbau untuk mengurangi paparan langsung terhadap udara luar dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

(mou/isn)

placeholder