Area pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda sampai ke arah Bengkulu - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Komandan Pangkalan TNI AL Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menyatakan penyesuaian luasan area pencarian kapal cepat beserta delapan penumpang yang hilang di Selat Sunda, Pandeglang berdasarkan pemodelan dinamika arah serta kecepatan arus terkini.
"Penghitungan area sedikit lebih menyempit berdasarkan perhitungan permodelan SAR MAP oleh rekan-rekan Basarnas yang dikomparasi dengan data Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL atau Pushidrosal," kata dia.
Adapun berdasarkan peta Basarnas, diketahui operasi SAR hari kedelapan ini, melibatkan 20 kapal utama SAR yang dibagi menjelajah sebanyak enam sektor (A-F). Masing-masing sektor melintasi pulau-pulau dan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau mulai dari wilayah Provinsi Banten, Lampung, dan hingga Bengkulu.
"Karakteristik arus di perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan arah maupun kecepatan pada setiap jamnya sampai Samudera Hindia (Enggano sebelah barat daya)," kata dia.
Namun, khusus di wilayah terdekat Gunung Anak Krakatau yang masih di sekitaran Selat Sunda dilaporkan cukup kondusif hanya berkisar 0,5-0,75 meter sehingga semua rencana aksi dapat dijalankan secara baik.
Amrad menyebutkan bahwa atas kondisi tersebut petugas bisa menjangkau masuk lebih dekat ke Pulau Rakata-Pulau Sertung menggunakan Sea Reader dari KN SAR Tetuka.
Penjangkauan ini dinilai penting yakni untuk mengonfirmasi laporan tentang dugaan keberadaan objek kapal cepat Arupadhatu 1 yang dicari, meski hasilnya nihil.
"Kenapa kami nyatakan nihil, karena objek tersebut tidak nampak sama sekali. Target yang kita cari adalah speedboat dengan lambung warnanya putih termasuk yang warna deck-nya. Itu tidak ada nampak sama sekali," kata dia.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.