Basarnas ungkap alasan belum kerahkan tim selam cari jurnalis hilang - ANTARA News Bangka Belitung
Pandeglang, Banten (ANTARA) - Basarnas mengungkapkan alasan belum dikerahkannya tim penyelam dalam operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan di Pantai Carita, Pandeglang, Selasa malam, menjelaskan bahwa tindakan penyelaman bawah laut baru dapat dilakukan jika koordinat titik pasti keberadaan objek atau target sudah terkonfirmasi.
"(Penyelaman) itu dilakukan apabila target atau objek kita sudah bisa kita tentukan lokasinya," kata dia menjawab pertanyaan pewarta ANTARA.
Amrad menegaskan bahwa selain kepastian lokasi target, faktor keselamatan para personel tim selam gabungan juga menjadi pertimbangan utama sebelum menerjunkan mereka ke bawah laut.
Langkah verifikasi lapangan telah dibuktikan oleh tim SAR gabungan dengan menerjunkan sea reader dan drone dari KN SAR Tetuka hingga radius 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk memastikan kebenaran isu terkait temuan korban, meski hasilnya masih nihil.
Amrad memastikan seluruh armada laut dan udara akan dioptimalkan untuk mempersempit area pencarian hingga titik pasti keberadaan kapal maupun korban dapat ditemukan.
"Kami berupaya semaksimal mungkin. Ya rasa was-was kami juga tetap ada. Tapi saya percayakan sama tim kami di lapangan. Tim SAR gabungan ini kalau memang kalian bisa membuktikan dengan apa informasi yang beredar, supaya itu jangan menjadi isu, maka dengan cara tadi kami buktikan (masuk 500 meter dari Anak Krakatau) itu dilakukan teman-teman kita di lapangan," kata Amrad yang juga Koordinator Operasi SAR (SAR Mission Coordinator/SMC) itu.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.