Anggota DPR desak pemerintah data guru dan siswa korban gempa NTT-NTB
Lampung Selatan (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza mendesak pemerintah pusat segera menginventarisasi data guru, tenaga kependidikan (tendik), dan siswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk wilayah Bima.
Menurut Rycko, pendataan secara cepat dan akurat menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak tetap terjamin di tengah potensi gempa susulan.
“Data yang akurat terkait guru, tendik, dan siswa terdampak harus segera dihimpun oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Penanganan darurat tidak hanya fokus pada logistik umum, tetapi juga keselamatan dan kelangsungan pendidikan anak-anak kita,” kata Rycko sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Kamis.
Ia meminta pemerintah tidak mengabaikan sektor pendidikan dalam penanganan tanggap darurat bencana. Selain kebutuhan dasar, kondisi tenaga pendidik dan peserta didik perlu segera dipetakan, agar bantuan serta layanan pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran.
DPR juga mendorong pemerintah memastikan tersedianya ruang belajar sementara yang aman bagi siswa. Fasilitas sekolah yang dinyatakan layak dan aman dapat dimanfaatkan, sedangkan sekolah yang mengalami kerusakan atau belum dapat dipastikan keamanannya perlu digantikan dengan ruang belajar darurat atau tenda pembelajaran.
“Hak belajar anak-anak tidak boleh terputus akibat bencana. Jika kondisi bangunan sekolah belum aman, harus segera ditampung di lokasi darurat atau tenda khusus pembelajaran yang aman dan responsif terhadap kondisi psikis anak,” ujar Rycko.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) penting untuk membantu anak-anak kembali memperoleh rutinitas sekaligus mengurangi dampak psikologis akibat bencana.
Selain penanganan pada fase tanggap darurat, Rycko menilai pemerintah perlu sejak awal menyiapkan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak.
Dia menegaskan pembangunan kembali sekolah yang rusak akibat gempa harus mengedepankan prinsip keselamatan dengan menerapkan standar konstruksi tahan gempa.
“Pembangunan kembali infrastruktur pendidikan di NTT dan NTB ke depan wajib menerapkan standar bangunan tahan gempa secara ketat. Ini adalah investasi keselamatan jangka panjang agar fasilitas pendidikan kita tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” ucap dia.
Rycko berharap pemerintah pusat segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di NTT dan NTB untuk memastikan penanganan darurat sektor pendidikan berjalan cepat dan terintegrasi.
Koordinasi tersebut, kata dia, perlu dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan revitalisasi sekolah berbasis ketahanan bencana sehingga pembangunan fasilitas pendidikan tidak sekadar memulihkan kerusakan, tetapi juga meningkatkan kemampuan sekolah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Rycko menilai sekolah di daerah rawan bencana harus dibangun dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan risiko kebencanaan. Dengan demikian, fasilitas pendidikan dapat tetap menjadi ruang yang aman bagi siswa dan tenaga pendidik ketika terjadi bencana.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rycko Menoza desak pemerintah data guru dan siswa korban gempa NTT-NTB
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.