IBMA resmi terbentuk, siap percepat pendalaman pasar bulion nasional

IBMA resmi terbentuk, siap percepat pendalaman pasar bulion nasional

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Bullion Market Association (IBMA) telah resmi terbentuk dan siap menjadi akselerator utama dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bulion nasional yang transparan serta berdaya saing global.

Ketua IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan kehadiran asosiasi tersebut mendorong seluruh pelaku industri untuk menciptakan pasar bulion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional.

“Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bulion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Selfie di Jakarta, Kamis.

IBMA terdiri atas lintas industri mulai dari hulu hingga hilir, termasuk perusahaan dengan bidang usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak.

Kemudian, juga mencakup perusahaan yang memperdagangkan emas batangan (bullion dealer) serta perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank yang memiliki izin di bidang industri bulion dan bank bulion.

Saat ini, terdapat 11 perusahaan yang bergabung dalam IBMA, yaitu PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA) , UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, dan Brinks Solution Indonesia.

Selanjutnya, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler), PT Sentral Kreasi Kencana (biasa dikenal SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia.

Selfie Dewiyanti, yang merupakan Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), menjabat sebagai Ketua IBMA. Adapun Anton Sukarna berperan sebagai Sekretaris Jenderal.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan IBMA menandai fase baru pengembangan industri bulion Indonesia.

Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan berhasil dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bulion, fokus berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

“IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bulion Indonesia," ujar Airlangga.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.