Akad Massal 62.000 Rumah di Batang, BRI Salurkan KUR Perumahan Rp880 Miliar

Akad Massal 62.000 Rumah di Batang, BRI Salurkan KUR Perumahan Rp880 Miliar

Bagikan: JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR...

Bagikan:

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 penerima dalam agenda akad massal rumah subsidi yang akan digelar di Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Direktur Konsumer BRI Aris Hartanto dalam Rapat bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi beserta jajaran serta para pemangku kepentingan sektor perumahan di Jakarta, Senin, 27 Juli.

Menurut Aris, penyaluran tersebut merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan.

"Pada pelaksanaan akad massal nanti, BRI akan menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada sekitar 7.100 debitur," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli.

Dia menjelaskan, KUR Perumahan memberikan akses pembiayaan lebih luas bagi pelaku usaha di sektor perumahan maupun masyarakat.

Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, masyarakat tidak diwajibkan memberikan agunan, sehingga akses terhadap pembiayaan menjadi lebih mudah.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyebut, penyaluran KUR Perumahan tersebut menjadi bagian dari agenda akad massal rumah subsidi yang menargetkan sedikitnya 62.000 unit rumah.

Dia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan akad massal merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian PKP, BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF, perbankan, pengembang, pemerintah daerah hingga kementerian dan lembaga terkait.

"Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ucap Ara.

Ara juga mengungkapkan, tingginya serapan KUR Perumahan mendorong pemerintah meningkatkan kuota program tersebut dari sekitar Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

"Walaupun belum genap satu tahun berjalan, pencapaian KUR Perumahan sangat tinggi. Karena serapannya tinggi, kuotanya juga ditingkatkan menjadi Rp50 triliun," terangnya.

Lebih lanjut, kata Ara, lebih dari 50 persen realisasi penyaluran KUR Perumahan sejauh ini berasal dari BRI.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan BRI dan perbankan lainnya untuk memperluas akses pembiayaan bagi sektor perumahan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

   Pemerintah Diminta Perkuat Diplomasi Hadapi Ketidakpastian Tarif AS

28 Juli 2026, 05:31

Menko Airlangga Ungkap Insentif EV akan Dikaitkan dengan Mobil-Motor Listrik Nasional

28 Juli 2026, 10:39

IHSG Selasa Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.080-6.250, Empat Saham Direkomendasikan

28 Juli 2026, 07:20

Harga Emas Antam Turun Rp9.000, Segram Dibanderol Rp2,613 Juta

28 Juli 2026, 11:30

KSSK Pantau Ekonomi Setiap Hari, Hasil Resmi Diumumkan Tiga Bulan Sekali

28 Juli 2026, 07:45