5 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Alkohol Alami

5 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Alkohol Alami

Jakarta - Tanpa disadari, beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebenarnya secara alami mengandung alkohol. Apa saja ya?Selain hadir di minuman, alkohol juga kerap ditemukan pada makanan. Bahkan dalam p...

Jakarta -

Tanpa disadari, beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebenarnya secara alami mengandung alkohol. Apa saja ya?

Selain hadir di minuman, alkohol juga kerap ditemukan pada makanan. Bahkan dalam produk makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari.

Alkohol pada makanan biasanya terbentuk secara alami dari proses fermentasi atau sengaja ditambahkan dalam jumlah kecil sebagai pelarut rasa, pengawet, atau penguat aroma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan alkohol di makanan tidak murni, melainkan etanol yang rendah dan biasanya tercampur dengan air serta komponen bahan makanan lainnya. Oleh karena itu mengonsumsi makanan ini tidak menyebabkan mabuk asalkan masih dalam batas wajar.

Makanan sehari-hari apa saja yang mengandung alkohol? Dilansir dari starinsider.com (23/7), berikut daftarnya!

1. Buah dan jus buah

Jus buah kemasan bisa jadi haram karena beberapa halJus buah kemasan bisa jadi mengandung alkohol apalagi jika diletakkan di tempat panas. Foto: iStock

Jenis buah dan jus buah tertentu sebenarnya mengandung alkohol rata-rata dalam jumlah tinggi. Khususnya untuk buah, seperti jeruk, apel, dan anggur yang mengandung antara 0,04-0,5% ABV.

ABV berarti 'alcohol by volume' yang berarti kadar atau persentase alkohol murni (etanol) di dalam suatu volume cairan minuman beralkohol.

Buah-buahan ini mengandung alkohol karena terjadi proses fermentasi alami saat gula di dalam buah diubah oleh ragi atau bakteri. Selain itu, buah yang sangat matang atau lewat masak juga bisa menyebabkannya mengandung alkohol karena ragi dari udara mulai memecah gula tersebut.

Jus buah juga termasuk yang dapat mengandung alokohol karena proses fermentasi alami oleh mikroorganisme atau penggunaan bahan perasa tambahan yang memakai pelarut beralkohol dalam proses pembuatannya.

Buahan-buahan segar juga mengandung gula dan ragi liar. Jika kemasan tidak steril atau jika jus disimpan terlalu lama dan terkenal panas, ragi bisa memecah gula menjadi alkohol dan gas.

2. Sayuran fermentasi

Ilustrasi kimchiProses fermentasi bisa menyebabkan beberapa sayuran mengandung alkohol. Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

Sayuran fermentasi, seperti sauerkraut dan kimchi mengandung sedikit alkohol. Presentase kadar alkohol dalam sayuran fermentasi sulit diukur karena ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi kadar tersebut, seperti penambahan bumbu dan pengolahan pasca-fermentasi.

Kandungan alkohol pada sayuran ini disebabkan karena mikroorganisme, seperti bakteri dan ragi yang mengubah gula alami di dalam sayuran menjadi alkohol, gas, dan asam.

3. Pisang matang

Pisang terlalu matang.Semakin matang pisang maka kandungan alokoholnya bisa semakin tinggi. Foto: Getty Images/DRW-Artworks

Pisang, terutama yang sudah terlalu matang, mengandung alkohol sebesar 0,2-0,4% ABV. Namun, presentase alkoholnya bisa meningkat.

Sebab, seiring bertambahnya usia simpan pisang, buah mulai berfermentasi. Kandungan pati di dalam pisang matang berubah menjadi gula sederhana. Jamur atau ragi alami yang ada di lingkungan sekitar mulai memakan gula tersebut. Peruraian gula oleh ragi tanpa oksigen menghasilkan gas dan senyawa etanol atau alkohol dalam kadar kecil.

Oleh karena itu, semakin matang pisang maka semakin tinggi kadar alkohol ABV-nya.

4. Kue dan pie

Ekstrak vanili atau rum bisa ditemukan dalam berbagai macam hidangan penutup, seperti kue dan pie. Biasanya tambahan bahan tersebut digunakan sebagai penguat aroma, pelembap tekstur, atau pelarut ekstra rasa.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika makanan manis ini mengandung alkohol. Meskipun hidangan dessert ini biasanya dipanggang, suhu panas hanya menghilangkan sekitar 60% kandungan alkoholnya. Namun, tidak perlu khawatir, jumlah ekstrak vanili yang digunakan dalam produk dessert ini tidak signifikan.

5. Roti

Roti terlihat seperti makanan yang aman. Namun, sebenarnya makanan ini mengandung sedikit alkohol karena proses fermentasi.

Roti umumnya dibuat menggunakan perpaduan bahan, seperti tepung terigu, air, ragi, garam, gula, lemak, susu bubuk, dan pengemulsi. Namun, dalam proses pembuatabnya, roti mengalami proses fermentasi ketika ditambah ragi.

Ragi merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pengembangan roti. Ketika dicampur, udara masuk ke dalam adonan yang digunakan ragi untuk tumbuh. Mengakibatkan kondisi anaerob yang terjadi selama proses fermentasi.

Ketika kondisi air cukup dan ada makanan bagi yeast atau ragi, maka ragi tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksidan. Gas tersebut lalu ditahan oleh adonan, sehingga adonan mengembang.

Selain menghasilkan gas, proses fermentasi adonan roti juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan penurunan pH.

Di dalam roti, kurang lebih terdapat sebesar 1,18 - 1,28% ABV.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)