Bukan Biji Kopinya, Tekstur Cangkir Juga Bisa Pengaruhi Rasa Kopi

Bukan Biji Kopinya, Tekstur Cangkir Juga Bisa Pengaruhi Rasa Kopi

Jakarta -

Studi Jepang ini menemukan fakta bahwa tekstur cangkir bisa memengaruhi rasa kopi. Permukaan kasar dan halus ternyata memengaruhi persepsi tingkat keasaman saat kopi diminum.

Cara menikmati kopi ternyata tak hanya soal biji kopi, cara seduh, atau suhu minuman. Cangkir yang digunakan juga bisa ikut memengaruhi pengalaman mencicipi kopi.

Hal sederhana seperti merasakan permukaan cangkir ternyata dapat membuat rasa kopi terasa berbeda. Bahkan, teksturnya disebut bisa memengaruhi bagaimana seseorang menilai tingkat keasaman minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini terungkap dari penelitian tim asal Jepang yang menguji bagaimana sentuhan dapat mengubah persepsi rasa.

Dikutip dari mainichi.jp (29/7) berikut penjelasannya.

1. Tekstur cangkir memengaruhi rasa

Cangkir kopi.Cangkir kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Noi_Pattanan


Selama ini, warna, bentuk, dan bahan cangkir diketahui bisa memengaruhi penilaian seseorang terhadap rasa minuman. Studi terbaru di Jepang menemukan bahwa tekstur cangkir yang disentuh tangan juga dapat mengubah persepsi rasa kopi.

Temuan ini berasal dari tim peneliti Chuo University di Jepang. Mereka ingin mengetahui pengaruh sentuhan terhadap rasa karena penelitian sebelumnya belum bisa mengesampingkan faktor penglihatan atau sentuhan bibir.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengalaman menyentuh permukaan tertentu dapat membuat rasa kopi terasa berbeda. Salah satu rasa yang paling terpengaruh adalah tingkat keasaman kopi.

2. Peneliti gunakan dua jenis tekstur

Peneliti menyiapkan dua jenis pelapis cangkir untuk menguji pengaruh tekstur. Pelapis pertama memiliki permukaan kasar dari amplas, sedangkan yang kedua menggunakan kertas kraft yang terasa lebih halus.

Keduanya dililitkan pada cangkir berisi kopi hitam bersuhu 68 derajat Celsius. Sebanyak 92 peserta yang matanya ditutup diminta meminum kopi dari kedua cangkir secara bergantian.

Peserta kemudian diminta menilai rasa kopi yang mereka minum. Urutan menyentuh tekstur kasar dan halus ternyata memberikan pengaruh terhadap persepsi tingkat keasaman kopi.

3. Tekstur kasar dan halus memberi efek berbeda

Cangkir kopi.Cangkir kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Noi_Pattanan

Peserta yang pertama kali menyentuh permukaan kasar lalu beralih ke permukaan halus lebih mungkin menilai kopi kedua terasa kurang asam.

Sebaliknya, efek tersebut tidak ditemukan pada peserta yang menyentuh permukaan halus terlebih dahulu.

Menurut peneliti, tekstur kasar secara mental dapat dikaitkan dengan rasa yang lebih asam. Sementara itu, permukaan halus diasosiasikan dengan rasa asam yang lebih ringan.

Efek tersebut juga berkaitan dengan adaptasi sensorik saat seseorang mencicipi minuman berulang kali.

Setelah merasakan tekstur kasar, sentuhan halus dapat memperkuat kesan rasa asam yang lebih ringan sehingga kopi terasa kurang asam.

4. Bisa memengaruhi cara menikmati kopi

Profesor psikologi kognitif sekaligus pemimpin penelitian, Atsunori Ariga, mengatakan temuan ini dapat membuka cara baru dalam memilih cangkir atau pelapis sesuai selera.

Menurutnya, membawa cangkir atau pelapis sendiri juga dapat mendorong perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan.

"Temuan ini dapat mengarah pada cara baru memilih cangkir atau pelapis yang menonjolkan preferensi rasa pribadi," ujar Atsunori Ariga.

Studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal akademik internasional Multisensory Research pada 3 Juni.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman menikmati kopi ternyata tidak hanya dipengaruhi lidah dan aroma, tetapi juga sensasi yang diterima tangan.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)