5 Ciri Ini Menandakan Makanan di Kulkas Sudah Basi, Segera Buang

5 Ciri Ini Menandakan Makanan di Kulkas Sudah Basi, Segera Buang

Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan yang tersisa dan disimpan di kulkas kadang dirasa sayang untuk dibuang. Ketika ingat, kita biasanya akan mencoba untuk menghangatkan dan memakannya kembali.

Namun, makanan yang sudah disimpan di kulkas beberapa jam bahkan berhari-hari belum tentu selalu aman dikonsumsi. Apalagi jika penyimpanannya kurang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suhu dingin memang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri pada makanan, tetapi tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas mikroorganisme.

Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi makanan sebelum mengonsumsinya kembali.

Beberapa perubahan, seperti munculnya aroma asam atau berubah bau, tekstur berlendir, muncul jamur, hingga wadah yang menggembung, dapat menjadi tanda makanan sudah mengalami kerusakan.

Berikut sejumlah tanda yang dapat menunjukkan makanan sisa di kulkas sudah tidak layak dimakan, dikutip dari Eating Well.


1. Berubah bau

Muncul bau menyengat, aneh, atau asam merupakan salah satu tanda makanan mulai rusak. Mikroorganisme dapat memecah protein, lemak, dan karbohidrat dalam makanan sehingga menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma asam, tengik, atau tidak sedap.

Jika sisa makanan berbau aneh atau asam, itu berarti bakteri atau jamur sedang menguraikan makanan. Mengonsumsinya dapat menyebabkan gangguan perut atau keracunan makanan.

nasi basi atau nasi yang lagi diolah dijadikan komposIlustrasi. Tanda makanan sisa di kulkas sudah basi dan tidak layak dimakan (Foto: iStockphoto/Yingpis)

2. Tekstur lengket atau berlendir

Perhatikan perubahan tekstur, terutama pada makanan seperti ayam, ikan, dan daging olahan.

Jika teksturnya terasa berlendir atau lengket, mikroba telah berkembang biak di permukaan dan makanan tersebut harus dibuang. Mengonsumsinya dapat menyebabkan diare, muntah, atau demam.


3. Muncul bercak jamur

Bercak jamur yang terlihat jelas menjadi alasan kuat untuk membuang makanan. Jangan hanya memotong bagian yang berjamur, terutama pada makanan yang lunak dan memiliki banyak kandungan air.

Pilihan Redaksi

  • Jangan Simpan Sayuran di Kulkas dengan 6 Cara ini, Bikin Cepat Busuk
  • 6 Bahan Alami yang Mampu Menyerap Bau Tak Sedap di Kulkas
  • Deretan Perangkat di Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik

Beberapa jenis jamur menghasilkan racun yang dapat membahayakan hati atau sistem kekebalan tubuh.


4. Warna makanan berubah

Perubahan warna atau muncul bercak pada makanan juga patut dicurigai. Perubahan tersebut dapat terjadi akibat oksidasi, aktivitas enzim, atau pertumbuhan mikroba.

Meski tidak semua perubahan warna otomatis berarti makanan berbahaya, perubahan yang tidak lazim, terlebih jika disertai bau atau tekstur aneh, merupakan alasan wajib untuk membuangnya.


5. Wadah menggembung atau makanan berbuih

Wadah makanan yang menggembung, makanan yang berbuih, atau muncul gelembung secara tidak biasa dapat menunjukkan adanya aktivitas mikroorganisme yang menghasilkan gas.

Jika makanan berbuih, mengeluarkan busa, atau wadahnya menggembung, mikroba sedang menghasilkan gas di dalamnya.

Namun, perlu diingat bahwa tidak adanya tanda-tanda tersebut bukan jaminan makanan aman. Sisa makanan sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas, disimpan dalam wadah bersih dan tertutup, serta dipanaskan kembali hingga mencapai sekitar 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.

Demikian ciri-ciri makanan di kulkas yang sudah basi dan tak layak konsumsi. Selain melihat kondisi makanan, lama penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Jika sudah lupa kapan terakhir makanan itu disimpan kulkas dan muncul rasa ragu, lebih baik membuang makanan tersebut daripada risiko keracunan makanan.

(fef)