22 Juli 1939: Jane Bolin Jadi Hakim Kulit Hitam Perempuan Pertama di AS

22 Juli 1939: Jane Bolin Jadi Hakim Kulit Hitam Perempuan Pertama di AS

Liputan6.com, Washington D.C - Jane Bolin menjadi hakim perempuan berkulit hitam pertama di AS saat ia dilantik sebagai hakim pengadilan keluarga di New York pada 22 Juli 1939. Dikutip dari Mississippi Today, R...

Liputan6.com, Washington D.C - Jane Bolin menjadi hakim perempuan berkulit hitam pertama di AS saat ia dilantik sebagai hakim pengadilan keluarga di New York pada 22 Juli 1939.

Dikutip dari Mississippi Today, Rabu (22/7/2026), penasehat karirnya melarang Bolin untuk mendaftar ke Fakultas Hukum Yale, tapi ternyata ia berhasil lulus sebagai salah satu dari 20 lulusan terbaik di angkatannya, hal ini menjadikannya wanita kulit hitam pertama yang berhasil lulus dari universitas tersebut.

Selain itu, ia juga menjadi wanita kulit hitam pertama yang lulus ujian pengacara di Negara Bagian New York dan yang pertama bergabung dengan departemen hukum New York.

Dalam masa jabatannya, Bolin berjuang untuk mengakhiri segregasi di lembaga penampungan anak, termasuk penugasan pembimbing berdasarkan warna kulit. Kemudian, ia bekerja sama dengan Ibu Negara Eleanor Roosevelt dalam proyek Sekolah Wiltwyck, menerapkan pendekatan holistik untuk membantu memberantas kejahatan remaja.

Pada pidatonya di tahun 1958, Bolin menyuarakan hak perempuan. Ia berkata, β€œPencapaian yangΒ  telah diraih itu tidak pernah diberikan dengan murah ahati dan tanpa syarat. Kami harus berjuang di setiap langkahnya, walaupun harus menghadapi penghinaan yang terkadang tak tertahankan.” 

Bolin menjabat di Pengadilan Keluarga New York selama empat dekade dan juga menjabat sebagai anggota dewan pengurus National Urban League and Child Welfare League (NAACP). Constance Baker, Motley, seorang yang pernah menjabat sebagai hakim federal, menyebut Bolin sebagai panutan.

Setelah ia pensiun di umurnya yang ke-70 tahun, Bolin menjadi konsultan sekolah dan pembaca sukarela untuk anak-anak. Saat ia berpulang, Anggota Kongres Charles Rangel menyampaikan pidato penghormatan kepadanya di ruang sidang DPR. Pemerintah kota New York juga mengganti nama Terowongan Queens Midtown sebagai penghormatan untuknya.