134 JCH Barito Utara ikuti sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan
134 JCH Barito Utara ikuti sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan
Kamis, 3 September 2026 17:26 WIB
Dinas Kesehatan Barito Utara dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat melaksanakan sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji di Aula Bappedarida setempat, Muara Teweh, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi
Muara Teweh (ANTARA) - Sebanyak 134 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, estimasi keberangkatan pada 1448 Hijriah/2027 mengikuti kegiatan sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Kesehatan Barito Utara dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kesehatan jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji.
"Kegiatan ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan jamaah calon haji, khususnya agar memahami proses pembinaan dan pemeriksaan kesehatan yang harus dijalani sebelum keberangkatan," kata Ketua Panitia kegiatan Basirun di Muaa Teweh, Kamis.
Menurut dia, tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan jamaah dalam mengikuti seluruh proses pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji, sehingga dapat memperoleh status istithaah kesehatan sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dari 134 jamaah, kata dia, yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 125 merupakan jamaah berdasarkan urut porsi dan sembilan jamaah merupakan prioritas lanjut usia (lansia), sesuai data estimasi verifikasi Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Selain pemeriksaan kesehatan, pembinaan juga diarahkan untuk mendorong jamaah calon haji menerapkan pola hidup sehat serta memberikan perlindungan lebih kepada jamaah yang masuk dalam kelompok rentan atau berisiko tinggi.
“Melalui informasi dan edukasi kesehatan haji yang diberikan, diharapkan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, lancar dan optimal,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara Zero Sota Rosadi menyampaikan pelayanan kesehatan haji merupakan rangkaian pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan dan komprehensif.
“Pelayanan kesehatan haji merupakan rangkaian penyelenggaraan kesehatan yang bersifat kontinu dan komprehensif, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pembinaan kesehatan terhadap jemaah haji sesuai standar,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan calon jemaah haji, mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kondisi jasmani dan rohani yang baik.
Baca juga: Dinkes Barito Utara perkuat kesiapan pelayanan kesehatan jamaah haji 2027
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para calon haji diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak tahap awal hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dipandang sebagai persyaratan administratif, tetapi menjadi upaya untuk memastikan jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, lancar dan khusyuk.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep pemeriksaan kesehatan JCH untuk musim haji 2027 mencakup pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh. Di antaranya pemeriksaan medical check-up (MCU), kesehatan mental, kesehatan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Dengan diketahuinya risiko penyakit lebih awal, maka penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan jemaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan maupun pembinaan kesehatan, sehingga nantinya dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih nyaman,” kata Zero.
Menurutnya, persiapan JCH tidak dapat dilakukan secara mendadak. Jamaah perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, spiritual maupun administrasi.
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.