1.120 Peserta Berebut Gelar Pendongeng Terbaik di Festival Suara Nusantara Jawa Barat

1.120 Peserta Berebut Gelar Pendongeng Terbaik di Festival Suara Nusantara Jawa Barat

Kegiatan tersebut diselenggarakan PT Navaswara Bhuwana Kencana bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dari 1.120 peserta yang mendaftar dan mengunggah video mendongeng, panitia menyeleksi 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota untuk mengikuti semifinal pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 20 peserta kemudian melaju ke babak final dalam empat kategori.

Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap festival tersebut.

“Kalau boleh jujur, saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama,” ujar Cahaya, Jumat (28/8/2026).

Menurut dia, keikutsertaan dalam festival merupakan sebuah pencapaian bagi setiap peserta, terlepas dari hasil kompetisi.

“Kalau kalian ada di sini hari ini sebagai peserta, itu artinya kalian sudah istimewa. Mau nanti lolos ke final atau tidak, kalian sudah membuktikan setidaknya kepada diri sendiri kalau kalian itu luar biasa,” katanya.

Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani.

Para finalis membawakan satu dari 15 cerita rakyat Jawa Barat yang telah ditentukan panitia. Peserta dinilai berdasarkan kemampuan bertutur, ekspresi, penghayatan karakter, dan kreativitas dalam menyajikan cerita.

Proses penjurian melibatkan Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi), yang telah menjadi bagian dari dewan juri sejak penyelenggaraan pertama Festival Suara Nusantara.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Hafidz Muksin, mengapresiasi festival tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah.

“Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Suara Nusantara yang menjadi mitra strategis dari pemerintah dalam rangka meningkatkan budaya baca, literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Hafidz.

Ia menilai kegiatan yang mengangkat bahasa dan cerita daerah, termasuk bahasa Sunda, penting untuk memperkuat literasi sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Oleh karena itu, tentu kami sangat mengharapkan kegiatan yang diinisiasi oleh Kak Cahaya dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan penguatan sumber daya manusia perlu dilakukan dengan membangun empat kompetensi utama, yakni critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit,” ujar Herman.

Ia menilai storytelling dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kompetensi tersebut sekaligus membangun karakter anak melalui cerita dan nilai-nilai budaya.

Pemerintah Kabupaten Bogor turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival.

Bupati Bogor Rudy Susmanto diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga.

Menurut Trian, festival menjadi ruang bagi anak-anak dan masyarakat dari berbagai daerah untuk bertemu sekaligus mengenal kekayaan budaya satu sama lain.

“Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga pertemuan tersebut membuka ruang saling mengenal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Trian.

Selain kompetisi mendongeng, babak final dimeriahkan penampilan tari Hyang Sukma Ayu bersama kelompok tari Naluri Manca.

Festival menyediakan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Juara pertama masing-masing kategori memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Sementara kategori Kostum Terbaik dan Juara Favorit mendapat Rp1 juta, sedangkan Juara Harapan memperoleh Rp500 ribu.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius Hari Ini 28 Agustus 2026: Cinta Makin Dekat, Karier Penuh Peluang