Whey protein: Manfaat, jenis, cara minum, dan efek sampingnya

Whey protein: Manfaat, jenis, cara minum, dan efek sampingnya

Jakarta (ANTARA) - Whey protein menjadi salah satu suplemen yang populer di kalangan atlet, penggemar kebugaran, hingga individu yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian. Meski identik dengan pembentukan ot...

Jakarta (ANTARA) - Whey protein menjadi salah satu suplemen yang populer di kalangan atlet, penggemar kebugaran, hingga individu yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian. Meski identik dengan pembentukan otot, whey protein juga memiliki manfaat lain jika dikonsumsi sesuai kebutuhan dan diimbangi pola makan sehat.

Whey protein merupakan protein berkualitas tinggi yang berasal dari susu, tepatnya dari cairan yang tersisa setelah proses pembuatan keju.

Protein ini mengandung sembilan asam amino esensial, termasuk leucine yang berperan penting dalam sintesis protein otot. Karena mudah dicerna dan diserap tubuh, whey protein sering digunakan sebagai suplemen untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan otot.

Secara umum, whey protein tersedia dalam tiga jenis, yaitu whey concentrate, whey isolate, dan whey hydrolysate. Whey concentrate mengandung protein sekitar 70–80 persen disertai sedikit lemak dan laktosa.

Whey isolate memiliki kadar protein lebih tinggi dengan kandungan laktosa yang lebih rendah, sedangkan whey hydrolysate merupakan bentuk yang telah dipecah menjadi peptida sehingga lebih cepat diserap tubuh.

Baca juga: Asupan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak alergi protein susu

Berikut beberapa manfaat whey protein yang didukung berbagai penelitian

1. Membantu pertumbuhan dan pemeliharaan massa otot

Whey protein mengandung asam amino esensial, terutama leucine, yang berperan dalam merangsang sintesis protein otot. Konsumsinya setelah latihan beban dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot, terutama jika dikombinasikan dengan latihan resistensi secara rutin.

2. Mempercepat pemulihan setelah olahraga

Protein yang cepat diserap membantu memperbaiki jaringan otot yang mengalami kerusakan setelah aktivitas fisik intens. Karena itu, whey protein sering dikonsumsi setelah berolahraga untuk mendukung proses pemulihan tubuh.

3. Membantu memenuhi kebutuhan protein harian

Bagi sebagian orang, seperti atlet, lansia, atau individu dengan kebutuhan protein lebih tinggi, whey protein dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu memenuhi asupan protein apabila sulit mencukupinya dari makanan sehari-hari.

Baca juga: Empat minuman yang ramah gula darah bila dikonsumsi pada malam hari

4. Membantu menjaga rasa kenyang

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein dapat meningkatkan rasa kenyang dibandingkan karbohidrat atau lemak. Hal ini berpotensi membantu mengontrol nafsu makan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

5. Mendukung kesehatan seiring bertambahnya usia

Asupan protein yang cukup, disertai latihan kekuatan, dapat membantu memperlambat penurunan massa otot yang umum terjadi pada usia lanjut. Whey protein menjadi salah satu sumber protein yang sering direkomendasikan karena kualitasnya yang tinggi.

Cara mengonsumsi whey protein

Whey protein sebaiknya dikonsumsi sesuai kebutuhan protein harian masing-masing individu. Suplemen ini dapat diminum setelah berolahraga untuk mendukung pemulihan otot atau dikonsumsi sebagai pelengkap asupan protein apabila kebutuhan harian belum terpenuhi dari makanan. Whey protein umumnya dicampurkan dengan air, susu, atau dijadikan campuran smoothie.

Meski bermanfaat, whey protein bukan pengganti makanan bergizi seimbang. Kebutuhan protein tetap diutamakan dari sumber makanan utuh seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu.

Selain itu, konsumen perlu memperhatikan kandungan gula tambahan dan memilih produk yang telah melalui pengujian pihak ketiga bila memungkinkan.

Whey protein juga tidak cocok bagi semua orang. Individu yang memiliki alergi terhadap protein susu sebaiknya menghindari suplemen ini, sedangkan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Baca juga: Ahli: Protein sebelum tidur belum terbukti tingkatkan kualitas tidur

Baca juga: Ahli gizi rekomendasikan smoothie seimbang untuk mendukung metabolisme

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.