WFP Terpaksa Mengurangi Program Pangan dan Gizi di Afghanistan karena Kekurangan Dana
Bagikan:
JAKARTA - Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada Hari Selasa memperingatkan, kekurangan dana memaksa mereka mengurangi program pangan dan gizi yang krusial bagi kelangsungan hidup di Afghanistan, di tengah kondisi malnutrisi anak yang mencapai tingkat kritis.
Dalam sebuah pernyataan, badan tersebut menyebutkan sepertiga anak-anak di Afghanistan mengalami malnutrisi akut tingkat kritis, dengan kondisi yang diperkirakan akan memburuk hingga Bulan Oktober.
Dua belas provinsi telah mencapai ambang batas kritis, yang menandakan adanya kebutuhan mendesak akan perawatan penyelamat jiwa.
"Tanpa dukungan mendesak, WFP dan para mitranya tidak akan mampu mencegah lebih banyak anak mengalami malnutrisi parah yang membahayakan nyawa mereka dalam beberapa bulan mendatang," demikian peringatan mereka, dilansir dari Anadolu (5/8).
Direktur WFP untuk Afghanistan, John Aylieff, mengatakan dalam pernyataan tersebut, suara tangisan bayi-bayi yang menderita malnutrisi terus terdengar di berbagai fasilitas kesehatan di Afghanistan.
"Kita menyaksikan generasi penerus yang tubuhnya kian menyusut dan melemah, padahal saat ini adalah musim panenβmasa kelimpahan. Hal ini bukan sekadar memilukanβtetapi juga tidak dapat diterima," katanya.
WFP menyatakan hampir 3,7 juta anak di Afghanistan diperkirakan akan menderita malnutrisi akut, sementara 1,2 juta perempuan hamil dan menyusui lainnya juga diperkirakan akan mengalami malnutrisi.
Badan tersebut menyebutkan bahwa konflik, pengangguran, tingginya harga pangan, dan menurunnya pendanaan kemanusiaan telah memicu krisis ini.
BACA JUGA:
Mereka menambahkan, gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah serta penutupan perbatasan Pakistan selama sembilan bulan telah menyebabkan hampir satu juta ibu dan anak yang menderita malnutrisi tidak mendapatkan layanan gizi penting selama lima bulan.
Selain itu, disebutkan pula bahwa pada tahun 2025, sebanyak 142 pusat kesehatan di seluruh negeri ditutup dan lebih dari 13.000 anak tidak lagi mendapatkan perawatan gizi akibat pengurangan bantuan kemanusiaan.
WFP menyatakan pihaknya sangat membutuhkan dana sebesar 540 juta dolar AS dalam enam bulan ke depan untuk mempertahankan layanan perawatan dan pencegahan malnutrisi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+