Waspadai Disinformasi Jelang HUT RI, Komisi I DPR Dalami Dugaan Operasi Terorganisir
AKURAT.CO Komisi I DPR membuka peluang meminta penjelasan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga Kementerian Komunikasi dan Digital, menyusul ramainya isu cipta kondisi menjelang peringatan HUT ke-81 RI.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengatakan, pihaknya akan mencermati perkembangan isu tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
"Komisi I DPR RI akan mencermati perkembangan isu ini secara saksama. Apabila dipandang diperlukan, kami dapat meminta penjelasan kepada mitra kerja terkait, termasuk BIN, BSSN, maupun Kementerian Komunikasi dan Digital. Untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai dinamika yang terjadi di ruang digital," jelasnya, saat dihubungi Akurat.co, Rabu (5/8/2026).
Menurut Dave, langkah tersebut diperlukan agar setiap kesimpulan yang diambil didasarkan pada fakta-fakta valid, bukan sekadar asumsi maupun spekulasi.
Ia mengatakan, setiap informasi yang berkembang di ruang digital, terlebih berpotensi menimbulkan keresahan publik, harus disikapi secara tenang, objektif, dan berbasis fakta.
Baca Juga: Ini Kata Sahroni Soal Provokasi Kerusuhan Agustus yang Ramai di Medsos
"Ruang publik tidak boleh dipenuhi oleh spekulasi yang justru dapat memperkeruh situasi tanpa didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Komisi I DPR mengingatkan bahwa keamanan informasi nasional merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, apabila ditemukan indikasi penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, maupun operasi informasi yang dilakukan secara terorganisir, maka penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meski demikian, Dave menekankan seluruh proses penanganan juga harus tetap menjunjung tinggi prinsip due process of law, agar tidak memunculkan tuduhan yang prematur.
Ia pun mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkannya.
Baca Juga: Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Algoritma dan Media Sosial
"Semangat 17 Agustus hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan memperbesar perbedaan ataupun menciptakan keresahan di tengah masyarakat," kata Dave.
Adapun isu bermula dari sejumlah akun media sosial yang secara bersamaan mengunggah ulang video maupun foto aksi demonstrasi mahasiswa. Disertai narasi yang mempertanyakan minimnya pemberitaan di media massa.
Sebagian materi yang beredar diketahui berasal dari dokumentasi demo mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Bundaran Hotel Indonesia pada 12 Juni 2026 lalu.
Selain itu, beredar pula konten mengenai pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya yang turut memicu perbincangan di ruang digital.
Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan dugaan adanya cipta kondisi atau provokasi untuk memicu kerusuhan seperti pada Agustus 2025 lalu.