Wamendag: Digitalisasi buka akses pasar ke konsumen lebih luas

Wamendag: Digitalisasi buka akses pasar ke konsumen lebih luas

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan digitalisasi pasar rakyat membuka peluang bagi pedagang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang ke pasar, tetapi juga memanfaatkan kanal penjualan daring.

“Contoh bagaimana sih perdagangan di level masyarakat, di pasar rakyat, payment system online itu sudah masuk ke pasar-pasar. Untuk para pedagang selain mereka bisa berjualan seperti biasa gitu ya, tapi mereka juga bisa berjualan secara online. Sehingga mereka menyentuh jangkauan konsumen yang berbeda,” kata Dyah dalam panel diskusi di acara FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta, Jumat.

Wakil Menteri Perdagangan mengatakan pemanfaatan teknologi di pasar rakyat menjadi bagian dari upaya menyesuaikan aktivitas perdagangan dengan perkembangan inovasi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Ia menyebut pada tahun 2025, Kementerian Perdagangan bersama lintas instansi memberikan fasilitasi digital kepada sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang, mencakup sistem pembayaran daring serta pelatihan agar pedagang dapat memanfaatkan kanal penjualan online.

Digitalisasi tersebut juga dinilai dapat menciptakan efek pengganda bagi perekonomian karena teknologi tidak hanya digunakan untuk transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha memperluas jangkauan perdagangan.

“Memang ini adalah sesuatu hal yang suka tidak suka, kita memang harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan harapannya ini juga bisa menciptakan multiplier effect yang tentunya dibutuhkan,” kata Dyah.

Pemanfaatan teknologi juga didorong Kemendag agar pelaku usaha yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional bisa dikenal di pasar internasional melalui platform InaExport dengan menampilkan produk Indonesia dalam platform online.

Upaya tersebut didukung perwakilan perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center di 33 negara untuk membantu memperkenalkan produk Indonesia kepada pasar global.

Namun, Dyah menekankan bahwa perluasan akses pasar melalui teknologi membutuhkan kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi. Menurut dia, perkembangan teknologi berlangsung terus sehingga masyarakat dan pelaku usaha perlu meningkatkan kemampuan agar dapat memanfaatkan perubahan tersebut.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi juga dapat membawa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke pasar yang sebelumnya tidak tersentuh, untuk bisa semakin berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing.

“Dan yang terpenting adalah bagaimana teknologi ini bisa semakin bermanfaat dan pada prinsipnya bisa mengantarkan kita untuk bisa mencapai target-target besar kita untuk menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya juga semakin meningkat,” katanya.

Dengan demikian, digitalisasi pasar rakyat tidak hanya diarahkan untuk mengubah cara pembayaran, tetapi juga memperluas akses konsumen dan membuka peluang bagi pedagang serta UMKM untuk meningkatkan skala pasarnya.

Baca juga: Wamendag catat digitalisasi 300 ribu lebih pedagang di pasar rakyat

Baca juga: Pemkab Bantul fasilitasi pedagang pasar tradisional gunakan QRIS

Baca juga: BI Kaltim dan Samarinda percepat digitalisasi pasar rakyat

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.